Jakarta, sketsindonews – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI A. Taufiq R., didampingi Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit peserta Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2017 di Ruang Serbaguna Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (26/4).
Wakasal Laksamana Madya TNI A. Taufiq R., tersebut diikuti oleh prajurit Koarmabar, Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) serta Pusat Hidrografi dan OseanografiAngkatan Laut (Pushidrosal) yang terlibat pada Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2017.
Pada kesempatan tersebut Wakasal Laksamana Madya TNI A. Taufiq R., memberikan pengarahan terkait dengan, pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi yang meliputi beberapa hal diantaranya yang berhubungan dengan alat peralatan dan personel. Di tengah-tengah keterbatasan pengadaan peralatan akan dilakukan secara bertahap terutama kapal-kapal jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) untuk mengoptimalkan kekuatan.
“Pembinaan kekuatan merupakan salah satu tugas Koarmabar sehingga dilaksanakanlah Latihan Siaga Tempur Laut. Tetapi yang harus dicermati bahwa kemampuan yang dimiliki masih terbatas, sehingga latihan yang dilaksanakan ini harus dimaksimalkan,” ucap Laksmana Madya A.Taufiq R.
Wakasal melanjutkan, “sesuai dengan perkembangan situasi terutama terkait dengan Natuna, maka kemampuan dan kekuatan yang akan dibangun sudah berbeda dari yang sebelumnya.”
“Hal tersebut karena telah terjadi perubahan mindset yang sebelumnya sebagai kekuatan pendukung sekarang menjadi kekuatan penyongsong,” Pungkas pria yang memimpin operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus. (Edo)











