Jakarta, sketsindonews – Parkir liar plus pedagang pkl samping kecamatan Kemayoran jalan Serdang Baru Raya tak terelakan, bahkan hingga depan rumah dinas Kecamatanpun menjadi lahan parkir motor.
Sudah berulang bahkan pemagaran tak membuat pedagang pasar Serdang menjadi jera, karena terjadi (out control) pembiaran, ujar Doni (34) warga Serdang. (30/4)
doc.sketsindonews.com
“Petugas Dishub dan Satpol PP kerap lakukan razia tapi tak pernah kapok, karena ulah oknum kutipan yang menjamin jalan itu menjadi nyaman bagi pelaku pelanggar perda.
Bagaimana dengan saber pungli, tanyanya. Karena Parkir Liar dan PKL merupakan satu paket kutipan berjalan, tukasnya.
Hal yang sama seperti PKL Jiung tak pernah selesai “realokasi” lips service, faktanya kian menutup jalan publik, yang hingga saat ini berapa ganti Walikota tak pernah bisa selesai.
Yah, karena sistem penerapan dan ketegasan pemerintah menjadi bimbang karena pertimbangan warga sekitar secara ekonomis dan kepentingan income warga.
Begitulah, tentunya yang dirugikan masyarakat banyak, kata Haryadi (45) warga yang kerap melintas kawasan titik lintas.
Sementara oknum segelintir mempertahankan bahkan beragumentasi ini kepentingan kelompok dengan alasan perut terhadap fasilitas umum yang dibangun pemda DKI tak ganggu publik secara luas, tutup Haryadi.
reporter : nanorame






