Jakarta, sketsindonews – Pos Polisi Subsektor Gambir Monas Merdeka Barat pukul 23.30 dirusak oleh seorang yang tak dikenal yang katanya mengaku oknum tentara.
Hal ini disampaikan saksi Amirudin, yang tercatat kelahiran Pelembang 23 Juni 1982, Islam, Pedagang, Jl. Tamba Tigo, Rt. 12/ 11 Kelurahan Tahu Buntung Kecamatan Kota Baring Kota Pelembang, Kamis (25/5).
Secara kronologis dijelaskan Aiptu Yusuf Indra anggota Pos Subsektor Merdeka Barat, pada pukul 20.00 WIB sedang bertugas malam mendapatkan cerita dari saksi Amirudin yang mengetahui detail kejadian tersebut
Memurut Amir, pada pukul 20.30 WIB datang seorang mengaku tentara dengan membawa sangkur lalu marah-marah kemudian mengatakan bahwa dia mencari anggota polisi yang sudah memberhentikan, hingga terjadi cekcok mulut dengan anggota polisi pada pukul 19.00 WIB.
“Akhirnya yang mengaku anggota Tentara tersebut bisa saya redam lalu setelah meninggalkan Pos Subsektor dengan umpatan, namun tak lama sekitar 21.30 WIB datanglah 3 orang lalu mengaku salah satu komandannya setelah dikonfirmasi sama anggota Aiptu Indra terus melakukan upaya pendinginan suasana,” jelas Amir.
Lanjut Amir, tiba-tiba pada pukul 23.30 WIB datanglah 10 orang mengaku anggota TNI menanyakan hal yang sama lalu kemudian meninggalkan tempat Pos Polisi dengan nada umpatan, hingga Aiptu Indra sempat terdorong dan terjadi kerusakan. “Pos polisi semua lemari di bongkarin lalu mereka pergi,” paparnya.
Saat kejadian itu Aiptu. Yusuf Indra meninggalkan Pos Polisi untuk mencari bantuan menuju Polsek Metro Gambir lalu bersama Anggota Patko 1012.
Hingga sampai di Pos Subsektor Merdeka Barat ternyata kaca sudah pada pecah komputer sudah pada rusak, sementara Amir yang ada di dalam Pos Subsektor Merdeka Barat terkena pukul oleh seorang yang mengaku anggota tentara.
Sementara ketarangan saksi lain Briptu. Tiar anggota Patko 1012 regu B Polsek Metro Gambir kejadian itu diakuinya pada pukul 18.30 WIB, “Ketika saya memberhentikan masyarakat umum, saya melihat ada anggota TNI menggunakan sepeda motor jenis Satria warna Biru diberhentikan oleh anggota Lantas,” jelasnya.
Anggota tentara tersebut langsung marah – marah dengan menyebut ” Polisi Anjing “ kemudian anggota TNI mengeluarkan sangkur, kemudian mengejar anggota lantas tersebut dengan berlari ke arah Patung Kuda Indosat.
Tak lama kemudian anggota TNI tersebut kembali lagi ke TKP mengambil sepeda motor.
Sambung Tiar, kemudian anggota tentara tersebut menuju Pos Subsektor Merdeka Barat guna mencari anggota lantas yang telah memberhentikannya.
“Setelah gagal menemukan anggota lantas tersebut anggota oknum mengaku TNI menuju Pos Lantas depan Patung Kuda guna mencari anggota lantas, setelah tidak menemukan anggota lantas di Pos Lantas anggota TNI kemudian pergi,” ujar Tiar.
Reporter : nanorame






