1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Ingatlah, Tuhan Selalu Menyertaimu!

oleh
Foto ilustrasi. (Dok. Morelord)
7.9K pembaca

1 Raja-raja 19:1-18

sketsindonews – Penderitaan tidak dapat dipisahkan dari panggilan orang percaya. Dan tentu saja karena menghindari penderitaan itu, tidak sedikit orang percaya hidup jauh dari jalan panggilannya.

Salah satu tokoh Alkitab yang sempat undur dari jalan panggilan adalah Elia.

Gambar

Elia adalah seorang Nabi yang dipanggil untuk bekerja segiat-giatnya menyatakan firman Tuhan di tengah-tengah bangsanya yang meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala.

Tetapi mengapa ia bersembunyi, dalam sebuah gua? Bukankah seharusnya ia berada ditengah-tengah bangsanya menyampaikan firman Allah? Jawaban Elia atas pertanyaan Tuhan menunjukkan apa yang menjadi kegelisahan hatinya.

Ia merasa sendirian dan takut kehilangan nyawanya karena Izebel berencana hendak membunuhnya (19:1-3). Ketakutan akan ancaman pembunuhan ini yang membuat Elia meninggalkan jalan panggilannya.

Ketika Tuhan Allah bertanya pada Elia “Apakah kerjamu di sini?”, maka Elia menjawab “Bekerja segiat-giatnya bagi Tuhan!” (ay. 10).

Benarkah? Tidak, dia sedang melarikan diri! Elia tidak mengakui kelemahannya, justru balik menyerang Tuhan.

Elia berkata bahwa dirinya bekerja sendirian, sedangkan Tuhan tidak berbuat apa-apa! Elia menunjukkan bahwa hanya dia yang bekerja sendiri, lihat saja semua orang Israel murtad, mezbah-mezbahnya diruntuhkan, semua nabi dibunuh dan dirinya pun diancam! Dimana Tuhan saat ini? Ini yang ditanyakan Elia.

Elia salah menilai Tuhan, dia beranggapan bahwa dia hanya bekerja sendirian, Allah tidak peduli! Bukankah ini yang kita alami jika kita menghadapi pergumulan yang berat dan mulai putus asa.

Kita merasa bergumul sendirian! Padahal Tuhan Yesus tidak pernah membiarkan kita bergumul sendiri, Dia ada seperti kehadiranNya dan menanyakan; “Apa yang sedang kita kerjakan di sini?” Tinggalkan putus asa, lihat Tuhan tidak membiarkan kita bergumul sendiri.

Awas, keputusasaan menyebabkan kita salah menilai Allah, salah menilai kondisi yang sebenarnya dan menghalangi mata dan hati kita untuk melihat campur tangan Tuhan dalam hidup kita.

Bangkit dan bersemangatlah, karena sebenarnya Tuhan kita, Yesus Kristus, tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita bergumul sendirian.

Tuhan masih ada dan tetap ada sampai hari ini bahkan ketika kita merasa gagal dan putus asa dalam kehidupan nikah, gagal dalam mendidik anak, juga gagal dalam studi dan pekerjaan, Dia ada dan menolong kita dengan cara-Nya yang bisa spektakuler atau lembut, tenang dan damai.

Jangan kita membanding-bandingkan atau mengharapkan pertolongan Tuhan seperti yang dialami orang lain bahkan membandingkan dengan pengalaman masa lalu.

Ingat, apapun pergumulan yang kita alami sekarang, Dia ada dan siap sedia menolong kita dengan cara-Nya sendiri. Amin.

(Eky/renungan HKBP Ujung Menteng)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap