Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Odong – Odong Baru Mau Tarik Mang, di Razia Petugas Perhubungan

8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Belum sempat tarik mang sejumlah odong – odong berpenumpang yang kerap mengangkut kaum ibu, anak -anak di razia petugas, di sebut odong – odong “kereta kecil” tak luput dari penertiban yang dilakukan petugas pelaksana perhubungan pemerintah Kecamatan Cempaka Putih, diantaranya sebanyak delapan odong-odong yang wara-wiri di seputar wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Kepala Satuan Pelaksana Perhubungan Kecamatan Cempaka Putih, Setyayasa mengatakan, penertiban sebanyak delapan odong-odong dilakukan untuk pembinaan untuk mematuhi aturan oleh para pemilik dan operator juga dilakukan petugas perhubungan.

“Kita minta mereka tidak lagi ke jalan raya, karena sangat membahayakan,” ucap Setyayasa di lokasi.

Gambar

Lanjut Setyayasa menambahkan, dari ke delapan kendaraan yang sudah dimodifikasi menjadi odong-odong tersebut ditertibkan di dua titik lokasi diantaranya Jalan Rawasari Selatan dan Cempaka Putih Raya.

“Kami berharap para pemilik odong-odong membuat STNK perubahan bentuk dari pihak Kepolisian, karena kendaraan odong-odong tersebut masih menggunakan STNK kendaraan bermotor,” jelasnya. (6/9)

Sementara itu, Dewan Kota Perwakilan Kecamatan Cempaka Putih, Bayu Sudarmadji mengatakan, penertiban odong-odong yang dilakukan pihak kecamatan setempat merupakan langkah yang positif untuk memberikan kenyamanan warga. Sebab dengan keberadaan kendaraan yang sudah dimodifikasi ini membuat kenyamanan warga sekitar sangat terganggu.

“Keberadaan odong-odong sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar. Selain itu, rute yang dilalui odong-odong ini berkeliaran di pemukiman padat penduduk, ditambah dengan suara musik sehingga membuat bising,” keluh Bayu.

Bayu menambahkan, keberadaan odong-odong juga membuat susah melewati jalan karena kendaraan tersebut ngetem disembarang tempat contohnya di pasar Rawasari.

Sementara pemilik odong – odong Vika Luna saat dihubungi sketsindonews. com mengatakan, kami memiliki dua odong – odong dengan harapan tidak dirazia karena ini hiburan rakyat.

Pihaknya mengakui memanfaatkan odong – odong bukan hanya bisnis semata melainkan juga edikasi pada warga, karena kami ajak warga berjalan jalan antar kunjungan RPTRA dalam rute layanan perjalanan tumpangan.

Itupun dengan biaya goceng, dengan stand by di lokasi jingga 10 menit menikmati ruang publik, lalu berangkat lagi, terang Vika.

reporter : nanorame

 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap