Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

BPJS Gandeng Kementerian DDN Antisipasi Penyakit Kanker Serviks Peserta JKN – KIS

oleh
4.1K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kantor Cabang Jakarta Pusat dalam menyambut bulan Oktober Peduli Kanker Payudara.

Penyelenggaraan di lantai 3 Gedung F di Kementerian Dalam Negeri RI selain sosialisasi BPJS dihadiri para pegawa usia produktif serta para isteri para PNS dilingkungan DDN RI, tadi pagi. (19/9)

Hasil kerja sama pihak Kementerian Dalam Negeri dan BPJS Kantor Cabang Jakarta Pusat sebagai upaya promotif preventif bagi peserta JKN – KIS pemeriksaan IVA (Infeksi Visual Asetat) dan sadanis secara langsung bertujuan untuk menekan jumlah penderita kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara untuk tidak berkembang semaikin parah.

Gambar

Menurut Dr. Bona Evita Kepala Cabang BPJS Kota Jakarta Pusat menjelaskan, kanker serviks atau kanker leher rahim diketahui adalah penyebab kematian nomor satu pada kaum wanita, biasanya menyerang wanita berusia antara 35 – 55 tahun, ujarnya.

Penyakit tersebut sesungguhnya dapat dicegah lebih dini dengan deteksi dini kanker leher rahim melalui pemeriksaan IVA.

Bagaimana pembiyaan nya, kata Bona deteksi dini kanker serviks masuk dalam skema pembiayaan program JKN – KIS, artinya bagi pasien dalam deteksi dini kanker leher rahim tidak lagi mengeluarkan uang bagi pasien.

Kanker serviks, umumnya baru terdeteksi ketika sudah tahap stadium lanjut, dimana proses pengobatannya pun akan semakin mahal. Namun dibandingkan ddngan jenis kanker lainnya kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan diteksi.

yah dengan deteksi dini pemeriksaan dan pemberian vaksinasi, papar Bona.

Ia menjelaskan secara rinci, BPJS sebagai penyelenggara program JKN – KIS yang lebih dari 3 tahun beroperasi, BPJS selalu komitmen siap ikut meminimalisir angka penderitaan kanker serviks di Indonesia.

Terlebih pemeriksaan IVA sangat sejalan dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sebagaimana tertuang dalam intruksi Presiden Nomor : 1 Tahun 2017 dengan melakukan upaya pencegahan sekunder dan deteksi dini melalui promotif preventif yang berapa kali kami lakukan di masyarakat bersama komunitas serta BPJS Kesehatan dalam menumjang peningkatan derajat kesehatan penduduk Indonesia, jelasnya.

Begitu pula kegiatan hari ini tidak hanya pemeriksaan IVA dan sadanis, namun juga secara serentak pemeriksaan gula darah sewaktu, kolestrol, asam urat, dan tekanan darah.

Kami buka komsultasi dan pemeriksaan langsung bagi usia wanita produktif di lingkungan Kementrian Dalam Negeri dengan cakuoan 400 peserta.

Bona kembali menjekaskan, berdasarkan data BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat sampain dengan bulan Juli 2017 ini, sudah ada 1.962 peserta yang telah melaksanakan pemeriksaan IVA.

Sementara berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara Nasional tahun 2816, jumlah kasus kanker serviks ditingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 dengan total biaya mencapai 56,5 Milyar, sementara ditingkat rawat inap tingkat lanjutan (RITL) tercatat ada 6.938.kasus dengan total biaya sekitar 87,1 Milyar. Berlanjut pada pada tahun yang sama terdapat 137.465 peserta JKN – KIS yang telah menjalani pemeriksaan IVA, terang Bona.

reporter : nanorame

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap