Jakarta, sketsindonews – Becak di wilayah Jakarta Pusat hingga saat ini sulit di berantas, kenapa. ! walaupun pihak pemerintah DKI sudah mulai memberlakukan larangan beca untuk beroperasi sejak tahun 1988.
Kini wajah becak berubah dalam segala midel dengan cara di modifikasi seperti becak barang, becak motor bahkan becak tradisional.yang kerap muncul saat pengawasan oleh petugas Satpol PP tak terawasi.

Mereka kini beroperasi seperti jam tayang curi waktu kucingan dengan petugas tapi dapat bebas lakukan operasi hingga jalan protokol di Jalan Senen Raya, Johar Baru hingga Kramat Raya.
Wilayah Senen Raya sebagai kawasan tertib jalan dan pusat bisnis terus di pacu dalam operasi menekan angka becak yang terus beranak pinak dengan berbagai cara dan waktu penertiban razia becak.
Menurut Kasatpol PP Kecamatan Senen Kota Jakarta Pusat Sunaryo SH yang akrab di sapa pak Iyo menuturkan, kami tertibkan becak sejak waktu usai ba’da shubuh di sejumlah titik kawasan Senen, dengan harapan itulah mereka beroperasi melayani pelanggan penumpang becak, imbuhnya.
Terutama pasar Gaplok dan Pasar Kwitang yang kerap mereka melayani penumpang ibu – ibu kepasar.
Dengan kekuatan petugas terpadu hingga 45 personil kami berhasil menjaring 7 becak untuk kami sita, untuk kami amankan kegudang Cakung Jakarta Timur, tambah Iyo. (27/9)
Apakah sulit menghilangkan becak, tanya sketsindonews. com m, dirinya menyatakan, becak kini banyak ganti model, sementara terkait becak motor kewenangan lain karena berhubungan dengan surat kelayakan operasi oleh Dishub DKI Jakarta.
Sementara modifikasi becak semakin betubah seiring fungsi angkutan seperti bukan becak, karena sudah mirip gerobak es atau angkutan sayur sebagai alat distribusi bagi pedagang, jelas Iyo.
Tapi kami akan terus betoperasi menuntaskan becak di kawasan Senen yang menjadi target kawasan tertib steriltas BTT maupun angkutan yang melanggar Perda Tibum Tahun 2007, tutupnya.
reporter : nanorame











