Jakarta, sketsindonews – Ribuan warga Kelurahan Duri Pulo, Roxy Gambir, Jakarta Pusat, menggelar aksi damai di bawah kolong fly over Roxy, Mereka menolak keras terkait rencana PT KAI melakukan penutupan perlintasan sebidang kereta api di Jalan KH.Hasyim Ashari. (27/9)
Kebijakan Dirjen Perekareta apian sudah menentukan penutupan perlintasan di titik beberapa wilayah DKI terus menuai protes warga hingga masyarakat penggiat ekonomi warga sekitar.

“Bagi kami penolakan ini merupakan harga mati, karena sudah pasti akan banyak dampak dari penutupan perlintasan kereta nantinya,” ucap Haris Alfian, Ketua RW 07, Kelurahan Duri Pulo, dalam orasinya dihadapan massa peserta demo lainnya.
Alfian terus berorasi, dengan dampak penutupan perlintasan akan terjadi antara lain mati tempat-tempat usaha kecil yang ada, sulitnya akses warga untuk kepemukiman.
“Dan yang paling penting, akses pemadam kebarakan akan sulit melakukan evakuasi bahkan melakukan percepatan memadaman api kebakaran jika terjadi,” tegasnya.
Dalam pantauan sketsindonews. com meski hujan rintik turun warga tetap semangat untuk melakukan aksi damai tanpa bergerak sedikit pun meninggalkan lokasi. Bahkan beberapa dari mereka pun mengumpulkan tanda tangan di atas kain putih sebagai bentuk penolakannya.
Terlihat akibat aksi tersebut sempat terjadi kemacetan akibat aksi damai yang dilakukan warga tersebut, lantaran kendaraan yang akan melintas dari Jalan KH.Hasyim Ashari ke arah Grogol atau sebaliknya di diarahkan semuanya ke fly over.
Rencana penutupan perlintasan sebidang kereta di Jalan KH.Hasyim Ashari, akan dilakukan PT KAI mulai tanggal 28 September 2017. Penutupan itu sendiri, sebagaimana undang-undang tentang keselamatan perkeretaapian yang selama ini menjadi target PT. KAI selama setahun sejak kebijakan tersebut diberlakukan.
reporter : nanorame






