Jakarta. sketsindonews – Kartu Identitas Anak (KIA) trend orang menyebut KTP Anak terus dilakukan sebagai program unggulan pihak Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta dalam mendata anak usia dini (PAUD) yang ada di Jakarta Pusat.
Kartu ini sangat penting bukan saja menjadi kartu identitas semata bagi anak melainkan data record pun menjadi tersimpan di kependudukan, ujar Kasudin Dukcapil Kota Jakarta Pusat H. Remon Masadian.
Kami belum lama ini lakukan program layanan publik untuk membuat KIA di RPTRA Mutiara Kelurahan Sumur Batu, sebagai cara pihaknya lakukan layanan langsung bagi peserta anak didik PAUD yang ada pada tanggal 13 April 2018.
“Sebanyak 8 pendidikan PAUD kita layani langsung yang bekerja sama dengan PKK, posyandu Kecamatan Kemayoran, hasilnya
563 diantaranya cetak langsung kami cetak 131 KIA. Untuk PAUD sendiri 430 KIA dan 2 layanan Akta Kelahiran gratis,” kata H. Remon.(15/4)
Ia menambahkan, untuk tahun ini pihaknya menargetkan 3.000 KIA khususnya untuk anak usia 0-7 tahun. Untuk itu pihaknya berharao warga untuk segera mengurus KIA (KTP Anak).
“Pembuatan KIA gratis, syaratnya, melampirkan akte kelahiran anak, kartu kelurga dan KTP kedua orang tua,” katanya.
Remon mengaku, pihaknya saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi KIA dibeberapa wilayah dalam rangka program layanan jemput bola.
“Rencananya, setiap anak pada tahun 2019 diwajibkan untuk memiliki KIA dengan fungsi KIA merupakan dokumen kependudukan. Kartu tersebut akan berfungsi dan bermakna sama seperti KTP pada orang dewasa.”
Setiap pribadi memiliki dokumen kependudukannya sendiri sehingga identitas dirinya sah secara hukum. Dokumen tersebut diperlukan untuk kebutuhan pengurusan sekolah anak, pengurusan keimigrasian dan pengurusan pelayanan kesehatan melalui BPJS serta transaksi keuangan yang melibatkan kepentingan anak,” jelas Remon
Keberadaan KIA bagi setiap anak dapat dimanfaatkan juga terutama untuk pendaftaran anak-anak sekolah, bimbingan belajar dan lain sebagainya.
Ke depan nanti pihak-pihak yang akan berhubungan dengan urusan pelayanan publik terhadap anak-anak, diharapkan dapat ikut mensosialisasikan pentingnya pengguna KIA
“Saat ini kita terus melakukan sosialisasi kepada warga terutama bagi anaknya yang belum memiliki KIA,” ucap Remon.
reporter :nanorame






