2 Korintus 11:7-16
Renungan, sketsindonews – Setiap hamba Tuhan pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ada yang pintar berbicara secara sistimatis, ada yang sangat rajin mengunjungi jemaat yang sakit, ada yang mau dan rajin bila disuruh mengajar katekisasi, ada yang bisa memimpin koor, dsb. Hal ini seharusnya tidak membuat hubungan antara hamba Tuhan tidak harmonis, sebaliknya dengan mempunyai kelebihan dan kekurangan tersebut dapat saling melengkapi.
Bukankah nats ini mengajarkan kepada kita untuk bersikap seperti Paulus: Menyadari bahwa jika kita terpanggil menjadi pelayan Tuhan, itu adalah panggilan Sorgawi, bukan panggilan dunia. Maka kita tidak boleh bangga (bermegah) karena perkara duniawi, tetapi kita bangga oleh karena kita dipanggil untuk perkara sorgawi.
Pelayan Tuhan harus tetap rendah hati, jangan menganggap jabatan gerejawi sebagai suatu kebanggaan atas status social. Lagi pula bukankah tujuan hamba Tuhan sama, yakni melayani Tuhan?
Kalau kita perhatikan pengalaman Yeremia dalam pembacaan kita dan juga rasul Paulus dalam memberitakan Firman Tuhan mempunyai kesamaan. Mereka kurang diterima, dihargai apa lagi didukung.
Ada pihak-pihak tertentu dalam jemaat yang menentang mereka, menentang Yeremia karena nubuatannya yang sangat tajam dan kerasulan Paulus dengan mencari-cari kelemahan dan kekurangan mereka. Mereka dibanding-bandingkan dengan hamba Tuhan yang lain bukan dalam hal yang positif, dsb.
Hal inilah yang menjadi tantangan dalam pelayanan hamba Tuhan. Juga pada jaman kita sekarang. Tantangan bukan semakin sedikit. Tuntutan pelayanan semakin banyak dan kompleks, tetapi kadang jemaat kurang menghargai hamba Tuhan.
Menghargai yang dimaksud seperti mendukung, memperlengkapi, mensupport, mendoakan Pendeta, Pertua/Diaken, pengurus Kategorial, pengurus lainnya, agar sanggup melayani dengan baik. Menuntut hak, tetapi kurang memperhatikan tanggungjawab.
Allah mencurahakan berkatNya kepada setiap hambaNya. Namun satu kebenaran yang perlu dikemukakan kepada jemaat, bahwa siapapun yang menghargai hamba Tuhan sebagai hamba Tuhan akan diberkati[9], tetapi bila tidak akan terjadi juga sebaliknya[10].
Oleh karena itu hormatilah[11] hamba Tuhan, dukung dan doakanlah dia sehingga ia semakin giat melakukan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya. Amin
(HKBP Ujung Menteng)






