1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Mak Sugiyem Tak Pernah Dapat Fasilitas Program Penguatan Manula dari Pemprov DKI

3.1K pembaca

Jakarta, sektsindonews – Sosok Mak Sukiyem (62) yang renta kini terus berjuang mecari nafkah dalam membangun keluarga, walaupun usia dirinya sudah tak layak sscara phisik.

Mak Sugiyem kini berjualan kedai kopi berdekatan dengan rumahnya di RT 004 – RW 06 Kampung Irian Kelurahan Serdang. Sudah hampir 7 tahun sejak suaminya sakit komplikasi dan tak bisa lagi mencari nafkah terpaksa mak Sugiyem menjadi peganti biduk keluarga.

Gambar
mak.sukiyem.warga.serdang.manula.program.dki

Ketika sketsindonews.com mewancacarai Mak Sugiyem menuturkan, hingga saat ini kami tak pernah di bantu baik program lansia hingga bantuan usaha ekonomi baik dari pemprov DKI Jakarta, ucapnya.(24/12)

Diketahui diriya pernah melihat para manula lainnya seperti saya ini kadang dapat program sembako murah termasuk pendataan dasa wisma pun saya tidak terdaftar, apalagi bicara bantuan tunai tak pernah saya dapatkan sedikitpun dari pemerintah, ucapnya.

Melihat kondisi ini Ketua Lembaga Peantau Pemyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu menyatakan, sebuah yang ironis saat dirinya mendengar langsung Mak Sugiyem terkait program manula (lansia) serta usahanya yang tak pernah tercover baik OK OC maupun program Dinas Sosial lainnya, ungkapnya.

Di setiap Keluarahan itu ada Kasi Kesra yang seharusnya secara jeli melakukan pendataan termasuk program prioritas pemprov DKI dalam kesejahteraan keluarga yang sebetulnya harus terdata dari mulai tingkat RT RW.

Kalo Mak Sukiyem saja tak pernah dapat apalagi menikmati dari anggaran pemda DKI yang mencapai 2 Trilyun bagi peran penguatan perempuan serta usaha, artinya pendataan yang ada selama ini tidak bisa mengcover keluhan warga yang ada selama ini, terang Victor.

Keluarga VIN sekarang ini sedang membangun serta pengembangkan sebuah komunikasi marginal bagi warga manapun untuk mendapatkan kesetaraan hidup kelayakan bagi warga DKI yang menjadikan program unggulan Gubernur DKI Anies Baswedan terhadap kepedulian para manula produktif dalam aspek kesehatan, sosial dan ekonomi yang tercover Pemprov DKI.

Dalam pertemuan dengan kelompok emak – emak VIN menemukan problem yang sama apa yang di alami Eka Susanti (26) warga RT 001/06 yang kini berjualan seblak dengan hanya menggunakan meja tapi kini terkendala pengembangan usaha modal yang sebenarnya sudah menjadi program Gubernur DKI Anies – Sandi bagi peran kelompok wanita prodiktif untuk terus berkembang secara keluarga.

reporter : nanorame

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap