Jakarta, sketsindonews – Korban kasus ijazah palsu Sekolah Tinggi Teologia Injili Arastamar atau STT Setia kembali menggelar aksi di depan Gedung Mahkamah Agung (MA) Jakarta Pusat, pada senin 11 Februari 2019 lalu.
Diketahui kedatangan mereka ke MA adalah untuk memastikan status dua terdakwa yakni Rektor STT Setia, Matheus Mangetang dan Direktur STT Setia Ernawati.
“Mereka sudah menyampaikan aspirasinya. Saya sudah melaporkan kedatangan mereka kepada pimpinan,” jelas Kabiro Humas Mahkamah Agung, Abdullah, saat dihubungi, selasa (12/2).
Terkait putusan yang selalu ditanyakan oleh korban, menurut Abdullah akan ditentukan oleh Majelis Hakim.