Jakarta,sketsindonews – Pendestrian jalan Senen Raya (Ex Kebakaran) hingga kini sulit di sterilkan keberadaan pedagang ex.Baju Import (bekas) terus marak berada trotoar jalan (pendestrian) selain pula usaha cat duco masih saja melakukan kegiatan kerja di fungsi publik.
Padahal sepanjang Jalan Senen Raya sebagai Sentra bisnis kedua terbesar setelah Tanah Abang yang merupakan show windownya Kota Jakarta Pusat.
Camat Senen terdahulu tak pernah bisa menuntaskan walaupun sudah pernah berulang kali untuk di realokasi beberapa titik pasar namun tak pernah mau mereka pindah.
Konon pedagang di duga adanya kepentingan dan back up atas Nama organisasi sehingga muncul pungli sehingga kuat di duga mereka tetap eksis dalam menjalankan berjualan dengan model karung – karungan mulai pukul 01.00 hingga dinihari.
Menurut Agus Chairudin dari INFRA ( Indonesia For Transparency and Accountability) kepada sketsindonews menyatakan, Camat Senen yang baru Ronny Jarmiko seharusnya sudah bisa menganalisa bahkan melakukan maping terhadap usaha illegal di fasilitas publik. Konon proses pungli berjalan justru menjadi petaruhan bagi pejabat hingga masyarakat bertanya ada apa ini dengan usaha ex import hingga tak pernah tuntas, tandasnya.(20/3)
Tantangan bagi pejabat sudah jelas, apalagi di ketahui Camat Senen Ronny sebelumnya mantan Kasatpol PP Jakarta Utara dan sudah biasa menghadapi para aktivis dan LSM.
Sehingga bila menuntasan penataan penertiban secara kondusif, ini tentunya menjadikan product Camat Senen Ronny sebuah kerja yang rill.
Kenapa wilayah Senen kini di ambil dari sosok Camat mantan Kasatpol Trantib tentunya wilayah Senen agar menjadi wilayah yang merubah menjadi kawasan bisnis selain fungsi kemacetan dapat terurai dengan baik dengan mobilisasi tinggi di kawasan tersebut, jelasnya.
Cat Duco dan Problematika
Pantauan sketsindonews cat duco juga menjadi persoalan klasik selain aktifitas di trotoar Karena fungsi pengawasan yang kurang oleh petugas.
Usaha cat duco kebanyakan Di jalankan oleh unsur warga walau tidak semua. keberadaan usaha di trotoar meliputi wilayah Kwitang, Kenari dan Kramat.
Pemerintah Kota telah melarang keberadaan aktivis bekerja operasional di trotoar terkecuali di lakukan di dalam, namun hal ini usaha cat duco membandel selain bentangan spanduk menganggu estetika jalan.
Menurut Usaha Cat Doco Hamid bukan nama sebenarnya diakuinya kami usaha ini kebanyakan warga mas, selain juga kami mematuhi aturan apa yang tidak boleh sebuah pelanggaran.
Kalo ini terjadi karena memang terdesak dan hanya hitungan jam kami kerjakan di pinggiran ini selesai kok, ucapnya.
Problem kami memang tak ada space untuk kami Karena tak ada pemanfaatan lahan lain sebagai tempat realokasi ketuk magic pasien mobil, kata Hamid.
nanorame











