Jakarta, sketsindonews – Warga Menteng merasa berterima kasih atas dedikasi pemerintah DKI Jakarta khususnya Kecamatan Menteng dan pihak Lurah dimana telah berupaya serta menyelesaikan 2 Musholah telah bersertifikat bagi kepentingan warga dengan nilai asset bangunan dan tanah mencapai 1,5 Milyar.
Ini tentunya menjadi kebahagian warga kami apalagi dalam mendukung sarana peribadatan bagi warga, ucap Rita (34) saat diminta tanggapan.
Selain ini bukan perkara mudah bagi seorang pamong dalam melalukan upaya – upaya kesejahteraan baik mental spiritual, ungkapnya.
Dalam acara pembagian sertifikat secara simbolis langsung diberikan oleh Camat Menteng Edy Suryaman masing – masing masing – masing dihadiri para pengurus Musholah baik Musholah Nurul Huda terletak di wilayah RW 08 dan pengurus Musholah Amantubila di RW 02.
Menurut Lurah Menteng Agus Sulaeman saat didampingi Sekretaris Kelurahan Dedy Cahyadi menuturkan 2 Musholah tersebut merupakan satu bagian dari program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap) sebanyak 500 sertifikat lebih yang dibagikan kepada warga Menteng, ujarnya.
Untuk Musholah Nurul Huda seluas 23 M2 yang terkena dampak proyek DDT (Double – Double Track) PT KAI dan direalokasi tidak terlalu jauh dengan luas Musholah 110 M2 dengan bangunan 2 lantai.
Subsidi Silang Menata Wilayah
Sementara sebelahnya bangunan fisik akan dibangun TPA seluas 40 M2 dengan 3 lantai untuk kegiatan dan tata ruang perlengkapan kebutuhan interaksi edukasi pendidikan dengan total tanah luas mencapai 150 M, papar Agus Sule.

“Semuanya dibangun atas biaya nilai ganti wajar proyek DDT 600 Juta rupiah dan bantuan hibah dari Balaii Tekhnik PT KAI senilai 200 juta rupiah serta wakaf salah satu warga yang tinggal di Jalan Dipenogoro senilai lebih dari 1,5 Milyar.”
Sambung Agus Sule, ini merupakan dari peran kami selaku pemerintah dalam terus menggali potensi wilayah. Secara karaktetistik wilayah Menteng terbagi 2 demografi berbeda satu kawasan elite serta pemukiman padat sehingga perlu keseimbangan antara penduduk struktur mapan secara sosial sebanyak 4 RW.
Sebaliknya kawasan pemukiman padat yang ada berjumlah 6 RW dengan bentuk kerawanan sosial pula diantaranya Menteng Tengulun dan Menteng Jaya.
Jadi lanjut Sule, cara strategy harus kita lakukan dalam bentuk subsidi silang dalam pemerataan pembangunan wilayah harus kita lakukan selain untuk mengejar sebuah kesenjangan dalam segala aspek penataan lingkungan yang ada, pungkasnya.
nanorame
,












