Jakarta, sketsindonews – Lapak baju bekas di fly over Senen Jakarta Pusat masih saja berjualan di trotoar bahkan turun kejalan sepanjang puluhan meter. Sejak pukul 13.00 WIB telah nampak puluhan karung goni menjadi keseharian menjadi rutin diletakan di trooar setiap harinya sebelum bersiap jelang pukul 15.00 WIB sore untuk membuka lapak.
Mereka pedagang sejak dulu dikirimi oleh suplier importir untuk membeli karungan untuk berdagang dengan hasil sortiran untuk di pasang dengan hanger mulai harga 10 ribu hingga 100 ribu rupiah.(22/8)
Sepanjang jalan mulai terminal senen hingga fly over kemacetan kerap terjadi bukan hanya parkir pinggir jalan namun juga menjadi kawasan belanja malam hari dan berbagai merk import baju bekas laris manis.
Mulai tanda parkir di pasang letter P silang biru kawasan menjadi larangan hunian parkir, namun tetap saja biaya parkir tak murah setiap parkir dikenakan 5 ribu rupiah.
Kedua, lambat laun pedagang baju bekas pun jelang sore bukan lagi di trotoar dan mulai menggeser ke jalan dengan harapan kemacetan menjadi bisa timbulkan kawasan itu menjadi ramai oleh pembeli.
Sementara pantauan sketsindonews parkir mobil satpol PP kerap berada di tempat walaupun jarang anggota Satpol berada di lokasi, mungkin bosan pula untuk selalu menggebah bagi pedagang untuk tak turun kejalan, namun terlihat jelang malam pedagang kembali ruah kejalan.
“Entah sampai kapan pedagang baju bekas tak lagi menjajakan di lingkungan pendestrian (trotoar) dan badan jalan karena hingga saat ini pemerintah Kecamatan Senen dan Tingkat Kota belum ada solusi bagi mereka untuk di realokasi yang lebih tertutup dalam satu area.”
Menurut Wati (32) dirinya kerap bertandang untuk memburu baju bekas “branded’ dengan merk tertentu selain menjadi trend , ini dikemas kembali untuk di jual secara online, tukasnya.
“Sekarang ini pedagang juga sulit untuk kita ajak negosiasi ternyata barang branded juga tak murah di lapak jalan Senen.”
Kami datang saat jelang sore dan malam hari selain para pedagang sudah ramai membuka lapak – lapak berjejeran sehingga banyak pilihan, ucap Wati.
nanorame











