Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

MAKI: “WP Tidak Nyaman Capim Berasal Dari Kepolisian”

6K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Aksi  massa di depan Gedung KPK untuk  menuntut Presiden Jokowi mencoret nama calon pemimpin KPK yang telah diajukan oleh Panitia Seleksi hasil (Pansel) KPK.

Turut hadir dalam aksi tersebut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Bonyamin bin Saiman.

Pria kerap disapa Boy mengatakan, warga pegawai (WP) KPK menginginkan pimpinan KPK berdasarkan dinamika masyarakat. Termasuk Pansel setuju terhadap kritik, namun ketika Pansel sangat tidak perduli dengan kritik. Maka membuat WP gerah dan khawatir Pansel akan salah pilih calon pemimpin KPK.

Gambar

“Wadah pegawai KPK berhak khawatir bahwa Capim nanti malah akan memperlemah KPK jika terkesan Pansel tidal punya desain untuk memperkuat KPK” kata Boy kepada sketsindomews.com.(30/8)

Dikatakannya, keprihatinan WP dengan kondisi capim terpilih sebanyak 20 orang dipandang banyak yang bermasalah terkait LHKPN dan Kode Etik.

WP semata-mata hanya menjaga masa depan KPK. Karena jika capim yang dihasilkan Pansel lebih buruk maka akan suram pemberantasan korupsi kedepannya.

“WP sama sekali tidak takut mereka jadi pengangguran jika KPK bubar, semata-mata tidak ada tempat untuk mengabdi kepada negara dalam pemberantasan korupsi. Jika WP mengundurkan diri semua maka yang rugi adalah negara krn tidak mudah membentuk SDM WP seperti sekarang” ungkapnya.

Saat ditanya apakah perseteruan antara “Cicak dan Buaya” masih berlangsung hingga saat ini. Boy mengakui masih ada “sisa” noda yang membekas dalam diri Kepolisian.

“Jujur tensinya masih sama dengan sebelumnya dalam derajat yang sama, dan pasti sangat berkorelasi dengan seleksi. Karena WP sangat khawatir calon pemimpin yang dihasilkan akan makin memperburuk keadaan, konflik makin meruncing yang berujung makin berkurangnya produktivitas karena sumberdaya habis untuk berkonflik” imbuh Boy.

Dirinya juga tidak sependapat tentang anggapan bahwa pilihan Pansel untuk memilih capim KPK yang berasal dari institusi kepolisian ditolak oleh masyarakat. “Tidak sepenuhnya benar karena yang diusung masih ada yang lolos. Kalau sekarang istilahnya khawatir calon tersisa akan tidak masuk 10 besar,”

Sebaliknya Bonyamin menjelaskan bahwa Capim KPK seperti Nyoman Wara, Supardi dan Sujarnako sangat didukung oleh wadah pegawai anti korupsi.

“Supardi meskipun Jaksa tetap dapat dukungan WP karena pernah bertugas di KPK yang dinilai cukup baik dan kredibel. WP juga dukung Nawawi Pomalonga. Jadi masih banyak yang didukung KPK. Hanya memang harus diakui WP sangat tidak nyaman dengan capim yang berasal dari Kepolisian,” pungkas Bonyamin.

Sofyan Hadi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap