Jakarta, sketsindonews – Telah berulang RPTRA Harapan Mulia terus meningkat jumlah PKL selain menciptakan kekumuhan wilayah tersebut sebagai sarana interaksi publik.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah mengingatkan sarana interaksi warga bukan hanya persoalan lampu gelap tapi harus steril dari kekumuhan dari para pedagang sehingga tampilan estetika taman menjadi tak elok dipandang.
Pantauan sketsindonews Taman Interaksi [RPTRA] Harapan Mulia ssjak lama dibiarkan baik sisi kanan kiri [saluran] dan depan tumbuh PKL, tak sedikit jumlahnya.
Selain untuk penitipan barang warga, PKL juga menjajakan dagangan gerobak menjadi pemandangan baru dari tampilan RPTRA ruang publik.
“Entahlah kok tak ditata oleh pihak wilayah”, ujar Nila (34) saat bermain di Taman Publik.(8/9)
Keterkaitan ini ssbenarnya bisa dilakukan sejak awal jika tak dibiarkan terlalu lama hingga PKL berkoloni marak jika pengawasan pihak wilayah secara cepat reakrif menindak lanjuti pengawasan kawasan.
Bukan hanya nilai kebersihan yang dijaga tapi penampakan taman menjadi tak pantas menjadi kawasan edukasi interaksi pendidikan publik, tandas Nila.
nanorame











