Jakarta, sketsindonews – Ex Pedagang Halaman Ikan Hias UMKM Johar Baru terpaksa mengadu kepihak Dewan Kota Jakarta Pusat ihwal nasibnya setelah beberapa waktu lalu di tertibkan pihak Pemko Jakarta Pusat.
Dugaan mereka sangat beralasan terkait pengusiran mereka ada oknum bermain dalam pengelolaan asset Pemprov terhadap fungsi itu menjadi parkiran bulanan, ungkap Teti (44) warga Galur.
Selain pedagang Halaman Ikan Hias untuk tak lagi boleh berjualan di lokasi ini setelah kami pernah difasilitasi dengan tenda Pemprov tahun 2016 yang lalu, tapi dengan alasan kumuh, bikin semrawut menjadikan alasan dibuat jika faktanya mobil parkiran telah berderet puluhan menjadikan lahan parkir bulanan.
Kondisi ini Dewan Kota Jakarta Pusat seharusnya bisa menyikapi atas aduan warga Johar Baru untuk memfasilitasi dalam penyelesaian keadilan usaha lokal terkecuali kami bukan warga lingkungan, sementara sisi lain pelanggaran dibiarkan walau lebih illegal merusak jalan dan menganggu ketertiban umum.publik pelintas, tandas Teti.(15/9)
“Sejak lama Gedung ini selalu menuai kontroversi baik dalam pengelolaan maupun alih fungsi oleh para oknum lingkaran pengelolaan dan Dinas UMKM untuk di jadikan bancakan pungli.”
Dengan keberadaan parkir yang banyak kami semakin yakin Gedung asset justru difungsikan bukan pada tempatnya.
Dan kini bisa dilihat berbanding terbalik pada fungsi Gedung ekonomi rakyat ternyata menjadi parkiran dan tak ada kaitan dengan sangkut pautnya kegiatan ekonomi rakyat usaha kecil mikro, tambah Teti.
“Dewan Kota juga harus tak diam jika mereka juga bagian dari kami warga lingkungan untuk bisa reaktif membela keadilan ekonomi.”
Kami merasa pesimis jika skenario penertiban kami sebuah rencana yang melibatkan pihak – pihak lain. Sementara kami bukan dari bagian oknum menjadi “pengutil” di lingkaran itu karena kami warga ingin mandiri serta memanfaatkan fungsi Gedung itu sesuai peruntukan, jelas Teti.
Dalam rekaman video yang diterima sketsindonews ex pedagang Dinas UMKM memprores dan mempertanyakan pada pihak – pihak pejabat terkait mobil parkir bulanan dengan berbagai pertanyaan yang sulit dijelaskan.
Terlihat Kasudin UMKM bersama perangkat dan pihak Kecamatan Johar Baru hanya bisa melihat aksi para emak – emak Johar Baru untuk menanyakan fakta yang ada.
nanorame







