Jakarta, sketsindonews – “INFRA sangat prihatin atas kualitas F PSI DPRD DKI Jakarta yang tendensius dan gagal move on atas dicabutnya ijin 13 Pulau Reklamasi, hal ini membutakan fakta – fakta Keberhasilan Pembangunan Era Gub Anies”. Justru sikap PSI secara umum sangat memalukan menunjukan Kedangkalan berfikir & tidak menguasai substansi UU 9/2018 perubahan kedua UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana TUPOKSI DPRD sebagai MITRA Gubernur, ujar Direktur Executive Infra Agus A. Chaerudin.
Mekurutnya, dengan adanya pernyataan Jubir DPW PSI, akan lebih baik jika introspeksi kesalahan fatalnya saat jadi TA Gub Ahok yg nyaris menjerumuskan Ahok ke penjara akibat Pelanggaran Hukum membentuk BLUD LRT tanpa prosedur hukum yg berlaku.
Dimana setelah INFRA menegur keras Kepala BLUD LRT dihadapannya atas dasar hukum dibentuk BLUD LRT, akhirnya Gub Ahok membubarkan pembentukan itu (membatalkan BLUD LRT).
“Lebih baik jika DPW PSI focus mengadakan Diklat Kilat utk F PSI agar mampu fahami & menguasai TUPOKSI Wewenang DPRD dalam Pemerintahan Daerah berdasarkan Peraturan Hukum terkait yg berlaku”. Belajar dari kegagalan DPRD DKI era 2014-2019, tandas Agus.
INFRA menyarankan & mendorong PSI menjadi Garda Terdepan menolak kegiatan Kunjungan Kerja DPRD setiap minggu akibat kesalahan klausul dlm Permendagri & mempercepat terbentuknya AKD DPRD DKI. Dengan segera terbentuknya AKD DPRD DKI maka pembahasan KUA-PPAS & RAPBD 2020 tidak terlambat, yang dapat merugikan warga DKI Jakarta akibat terhambatnya Proses Pelaksanaan Pembangunan terutama Kinerja Strategis Daerah (KSD DKI 2019-2020).
INFRA meyakini anggota F PSI DPRD DKI masih awam tidak menguasai Peraturan – peraturan Hukum terkait Pemerintah Daerah, hal ini dibuktikan F PSI tidak mampu membaca dan membedakan a.l UU 9/2018, PP 58/2005, TUPOKDI DPRD, KUA-PPAS, RAPBD-APBD, RPJP DKI 2005-2025, RPJMD DKI 2017-2022 & KSD DKI 2019-2020.
“Bagaimana mungkin PSI akuntabel menilai Keberhasilan Pembangunan Era Gub Anies, sedangkan PSI tidak menguasai substansi UU & Peraturan Hukum Pemerintah Daera yg berlaku terlebih tidak mampu memahami dalam membaca KUA-PPAS & RAPBD, tandas Agus.
nanorame












