Jakarta, sketsindonews – Kabupaten Kepulauan Seribu dalam rangkaian Cabang Olahraga Rakyat cabang senam merupakan cabor terakhir dari FORST ( Festival Olahraga Rakyat Sepanjang Tahun) yang selama ini digelar di tahun 2019.
Menurut Kepala Unit Tekhnis (KUT I) Kabupaten Kepulauan Seribu Windu Cahyaningsih mengatakan kepada sketsindonews, Momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019 sekaligus menjadi menutup Cabor terakhir dari 4 cabang sebelumnya yang diperlombakan di FORST yang sudah diselesaikan di Tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu.
“Sumpah Pemuda 2019 menjadi penutup acara dengan rangkaian cabor final tingkat Kabupaten yang diikuti sebanyak 49 peserta atau 7 Tim, mewakili Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, tuturnya.(28/10)
Dalam cabang senam rakyat
tersebut di laksanakan pertandingan yang terdiri dari 3 katagori usia yaitu:
- Usia 19 tahun ke bawah
- Usia 20 sd. 35 tahun
- Usia 36 Tahun ke atas
Adapun pemenang dalam lomba ini diraih oleh :
Usia 19 tahun ke bawah
Juara I : Kec Seribu Utara yang diwakili Kel. Pulau Kelapa
Juara II : Kec. Seribu Selatan yang diwakili Kel. Pulau Tidung
Usia 20 – 35 tahun
Juara I : Kec Seribu Selatan yang diwakili Kel. Pulau Pari
Juara II : Kec. Seribu Utara yang diwakili Kel. Pulau Panggang
Juara III :Kec. Seribu Utara yang diwakili Kel. Pulau Kelapa
Usia 36 tahun ke atas
Juara I : Kec Seribu Utara yang diwakili Kel. Pulau Kelapa
Juara II : Kec. Seribu Selatan yang diwakili Kel. Pulau Untung Jawa.
Sambung Windu, dari para juara juara senam pihaknya tentunya mendapat predikat untuk mewakii Kabupaten untuk maju ke Tingkat Provinsi DKI Jakarta yang nantinya akan digelar, ucapnya.
Secara bersamaan Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi dalam menutup acara FORST mrnyatakan, FoRST sebagai ajang interaktif antar warga dari satu kelurahan dengan kelurahan lainnya dan sebagai bentuk menggelorakan budaya berolahraga di kalangan masyarakat sekaligus memupuk rasa kesatuan dan kebersamaan di kalangan masyarakat menjadi terbangun.
Oleh karena itu saya harapkan dan perlu untuk diperhatikan dalam pelaksanaan lomba ini menjunjung nilai-nilai sportifitas dan mengedepankan objektifitas dalam penjurian, tukasnya.
Hasil ini tentunya bukan hanya menjadi ajang interaksi antar warga namun lebih dari pada itu untuk warga masyarakat menjadikan hal penting perlunya berolahraga menjadi satu kehidupan sangat penting membangun jiwa raga serta membentuk pemuda yang handal dan tangguh, tutup Junaedi.
nanorame








