Jakarta, sketsindonews – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau situasi banjir Kampung Melayu Jakarta Timur menyatakan, terkait komentar dengan kritikan Menteri PUPR Basuki Hadimulyono dimana pemprov DKI tak fokus menyelesaiakan normalisasi kali penyebab lain banjir adalah belum optimalnya pembangunan prasarana pengendalian banjir, dimana sejak 2017 belum dapat dilakukan normalisasi pada keempat sungai karena kendala pembebasan lahan.
Pada keempat sungai tersebut, kini dilakukan upaya pengendalian banjir. Seperti Program Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung yang sudah ditangani 16 km dari rencana keseluruhan 33 KM.
Anies pun tak menanggapi secara serius, Anies hanya mengatakan kini dirinya fokus saja terhadap 19 ribu warganya terkena dampak banjir dan hujan ekstrem untuk kita selesaikan secara cepat itu lebih penting dari pada kami harus berdebat.(1/2/20)
“Evakuasi sangat penting untuk pihak pemerintah DKI melakukan penempatan pengungsian dan ini sangat manusiawi sehingga wargapun secara fleksible bisa kembali kerumah saat kondisi sudah aman.”
Hal itu tidak elok kalopun itu menjadi perdebatan nantinya kita bicarakan saja secara objektif dalam kordinasi lebih intensif menangani problematika banjir Jakarta, ucap Anies.
Anies didampingi Walikota Jakarta Timur M Anwar juga terus menyambangi warga untuk melihat kondisi wilayah serta secara langsung kordinasi pihak terkait untuk mematikan listerik atas permintaan warga Di Kampung Melayu.
Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, daerah terdampak banjir terparah di DKI Jakarta berada pada 4 Daerah Aliran Sungai (DAS), antara lain Sungai Krukut, Sungai Ciliwung, Sungai Cakung, dan Sungai Sunter.
“Untuk penanganan darurat bersama pihak terkait, telah difungsikan pompa, karung pasir, bronjong dan tanki air agar kawasan dan prasarana publik terdampak dapat segera berfungsi kembali,” jelas Menteri Basuki.
(Nanorame)










