Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Trotoar Senen – Salemba Raya Gersang, Perlu Penataan Fungsi Sosial dan Ekologis

oleh
9.8K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Jalan Kramat Raya – Salemba Raya Kota Jakarta Pusat trotoar kini semakin cantik ditata pihak Pemprov DKI Jakarta, namun masih saja beberapa SKPD terkait dalam pembenahan penataan lambat dalam menciptakan percepatan penataan kawasan.

Dede (34) warga Senen menuturkan bahwa musim cuaca saat ini sangat mendukung bagaimana pihak Sudin Pertanaman dan Kehutanan dalam melakukan tata kelola penataan kawasan Senen pasca trotoar usai secara serentak.

“Tanami dong kawasan jalan Senen Raya mulai jalan Stasiun Senen rusak dibiarkan, selain kawasan trotoar Senen untuk dibuat lebih berkarakter menjadi kawasan kebanggaan publik Jakarta Pusat,” sarannya, Kamis (09/01/20).

Gambar

“Eksekusi lambat menjadikan kinerja Sudin Kehutanan Pertamanan Kota Jakarta Pusat dinilai publik tak peka dalam melakukan penataan kawasan Jalan Senen Raya – Salemba menjadi wow,” ucap Dede.

Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara selalu menyinggung soal kolaboratif untuk segera menata kawasan dengan design inovasi masing – masing SKPD mempercantik keindahan jalan.

Antisipasi pohon saat hujan ekstrem itu sudah pasti, jangan ada kasus baru repot terkait dengan pohon membahayakan lintas lalin tertimpa terlebih ada korban.

Musim penghujan menjadi sangat positif dalam menata reboisasi taman jalan agar lebih membentuk ekosistem lebih tertata, karena banyak pohon – pohon jalan perlu pembenahan untuk di identifikasi termasuk erosi tanah saat hujan karena tak dibuat pembatas taman.

“Ini menjadikan wilayah menjadi kotor saat hujan mendera wilayah sehingga perlu kesiagapan antar unit untuk membenahi wilayah,” terang Bayu.

Pendestrian dan Pola Aktivitas

Sementara Sekretaris Kota, Iqbal Akbarudin secara implisit menyatakan, penataan fisik pada lokasi tertentu seperti pendestrian sangat erat kaitannya dengan perubahan pola aktivitas di lokasi tersebut.

Namun, Perubahan pola aktivitas pada kawasan yang tidak dapat berasimilasi secepat perubahan elemen fisik yang mengakomodasinya cenderung menghasilkan ketimpangan adaptasi antara pola aktivitas, perilaku (sebagai aspek tatanan sosial) dengan tatanan fisik.

“Tidak terkecuali penataan jalur pedestrian Senen – Salemba Raya yang mengaplikasi pola terintegrasi dengan ragam aktivitas di dalamnya juga harus mengikuti trend kebutuhan,” ujarnya.

Bahwa pemanfaat pedestrian nyatanya tidak selalu sebagai sarana berjalan kaki, bahkan tidakn sedikit sebagai salah satu tujuan wisata kuliner, belanja dan rekreasi.

Pedestrian senen misalnya, kawasan tersebut telah lama dikenal sebagai pusat belanja kuliner dan rekreasi yang sampai saat ini bisa dikembangkan secara baik.

“Tinggal bagaimana peran SKPD untuk turut memiliki responsif dalam menciptakan kolaborasi, inspirasi serta melayani kepuasan ekologis dan manusia dalam memartabatkan penataan lingkungan,” paparnya.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap