Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

🎋 Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Gubernur DKI Anies Proteksi Virus Covid – 19, Bagaimana Nasib Formula E ???

oleh
15.2K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Gubernur DKI Anies Baswedan tak akan mengeluarkan izin keramaian dan akan meninjau ulang perizinan yang terlanjur sudah diterbitkan. Hal tersebut disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap proteksi penyebaran virus corona (covid -19).

Bagaimana nasib perhelatan Formula E, apakah ini Pemprov DKI Jakarta akan mengkaji ulang terkait keramaian publik yang bisa dipastikan warga asing juga untuk berdatangan.

Sisi lain Gubernur DKI Anies sedang melakukan proteksi penyebaran virus bagi warga Jakarta untuk tidak menjadi dampak lebih luas.

Gambar

Namun saat dikonfirmasi mengenai perhelatan Formula E yang juga menimbulkan keramaian, Anies enggan menjawab dan berlalu.

“Ini dulu nih sekarang karena kondisi urgent nih,” singkat Anies.

Kami stop dulu sementara seluruh izin keramaian di Ibu Kota karena khawatir akan penyebaran virus corona (covid-19).

Penyetopan penerbitan izin ini menyusul dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Depok, Jawa yang positif terinfeksi virus tersebut dan kini dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.

“Pengajuan tahan dulu yang belum keluar izinnya. Pemprov juga tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (02/03/20).

Anies mengatakan bagi perizinan yang sudah terlanjur keluar, maka Pemprov DKI akan meninjau ulang kembali. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Corona.

“Dan yang sudah terlanjur keluar izinnya, akan di-review kembali,” jelas dia.

Sebelumnya Anies mengatakan ada 136 orang yang sempat dipantau oleh Dinkes DKI terkait virus corona. Dari angka itu, 115 orang dinyatakan sehat, sementara sisanya masih dalam pemantauan. Selain angka itu, sebanyak 39 orang yang masuk dalam pengawasan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan pemantauan adalah bagi mereka yang relatif lebih sehat dan baru pulang dari luar negeri.

“Sementara pengawasan ditujukan kepada orang dalam orang dengan gejala yang berat, dengan adanya radang pneumonia,” tegas dia.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap