Jawa Timur, sketsindonews – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah turun tangan meninjau pasar hewan di Kecamatan Tanah, Kabupaten Bangkalan. Pasar yang jadi sasaran tersebut adalah Pasar Tanah Merah, dan Kelompok Tani Ternak Usaha Bersama di Desa Pettong.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kelayakan hewan serta sterilisasi daging yang akan dibagikan pada lebaran Idul Adha nanti. Itu sebabnya, melihat kondisi masih masa-masa pandemi Covid-19.
Setelah ke pasar, Khofifah ke Desa Pettong meninjau proses inseminasi buatan yang menyasar ke 200 lebih sapi potong. Dalam kesempatan ini Khofifah berjanji akan turut menyiapkan sektor hulu dan hilir dalam pengembang biakan industri peternakan.
“Kami ingin di sini ada pabrik skala kecil untuk pembuatan pakan dan untuk peternakan hewan. Misalnya orang yang budidaya sapi di sini sudah memenuhi pada titik ekonomi, maka pembuatan konsentrat bisa dilakukan bagi kelompok,” kata Gubernur Khofifah, Sabtu (25/7/20).
Khofifah menjelaskan, konsentrat yang dibuat kelompok dapat menghitung terlebih dahulu jumlah hewan di daerah setempat.
“Kita bisa menghitung, misalnya kita membutuhkan berapa banyak konsentrat untuk sapi di sini. Kalau ini sudah bisa, dimungkinkan kelompok untuk menyiapkan pabriknya, tapi skala kecil,” ungkapnya.
Melihat di beberapa titik, Khofifah menilai peternak hewan di Bangkalan mulai mandari. Buktinya mereka sudah bisa menyiapkan inseminasi dan konsentrat dengan alat sederhana.
“Karena Pemprov juga sudah melakukan inseminasi buatan untuk sapi pejantan. Artinya proses ini akan menguatkan bagaimana pembiakan dari sapi potong yang ada di Bangkalan,” ucapnya.
“Sehingga kelompok peternak sapi di sini, kami rasa sudah bisa diinisiasi untuk menjadi korporasi. Ide memang harus terlahir dari pikiran-pikiran besar untuk menembus pasar teknologi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua kelompok Tani Usaha Bersama Desa Pettong Fahrudin menjelaskan, untuk jumlah ternak yang berada di desanya sebnayak 89 ekor sapi dan 25 kambing. Ia akan berupaya untuk proses penggemukan sapi dan kambing.
“Kami berharap ada bimbingan secara teknis dan konstan untuk kita. Saat ini kami masih menggunakan tumbuhan hijau murni untuk pemenuhan pakan,” ungkapnya.
(nru/skt)






