Tanjungpinang, sketsindonews – Usai menggelar aksi di kantor imigrasi Tanjungpinang di Jalan Ahmad Yani, puluhan mahasiswa yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Kepri (AMK) kembali menggelar aksi penolakan kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China, di Kantor Disnaker Provinsi Kepri di Jalan D.I Pandjaitan, Tanjungpinaang, Kamis (13/8/20) siang.
Ada beberapa poin tuntutan yang di ajukan Mahasiswa diantaranya meminta Disnaker Provinsi Kepri transparan terkait data jumlah TKA yang masuk dan bekerja di PT. Bintan Alumni Indonesia (BAI).
Mereka juga meminta komitmen Disnaker untuk mengawal proses penerimaan 20.000 karyawan di PT. BAI.
Terakhir, mereka juga meminta kepala Disnaker untuk mengundurkan diri karena tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan benar.
Dalam aksi tersebut sempat diwarnai aksi kejar-kejaran hingga antara mahasiswa dan aparat yang berjaga. Hal tersebut dipicu ketidakpuasan mahasiswa, karena pihak disnaker tidak mau memberikan data pekerja TKA yang bekerja di PT. BAI.
Abdul Bar Plt. Kadisker Kepri mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan data pekerja TKA yang bekerja di PT.BAI karena menyangkut Rahasia Perusahaan.
“Kalau adik- adik mahasiswa mau minta, harus menggunakan surat resmi dan nanti kami laporkan ke pimpinan (Gubernur),” ujar Abdul Bar.
Sebelumnya diberitakan, Disnaker Provinsi Kepri memastikan 325 TKA asal china sudah memenuhi segala perizinan untuk bekerja di PT. Bintan Alumni Indonesia (BAI) yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus ( KEK ) di galang batang Kabupaten Bintan.
Dan kedatangan para TKA melalui Bandara RHF Tanjungpinang pada sabtu (8/8/2020) lalu itu pun sudah mendapatkan izin dari Kementrian dan berdasarkan Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020.
(Ian)
Tolak TKA, Aliansi Mahasiswa Kepri Gelar Aksi
39.7K pembaca






