1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Kekayaan Jaksa Fedrik Dipertanyakan Pendemo

oleh
2.5K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta didatangi belasan anak muda yang menamakan dirinya Solidaritas Masyarakat Demokrasi (Somad). Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta transparansi soal harta kekayaan Jaksa Fedrik Adhar yang mencapai miliaran rupiah.

Seperti diketahui berdasarkan laman kpk.go.id, diketahui kekayaan Jaksa Fedrik Adhar dari laporan kekayaan pejabat negara atau LHKPN pada tahun 2018 mencapai Rp 5.820.000.000. Dalam laman itu Fedrik disebut memiliki dua bidang bangunan yang letaknya di Oku Timur dan Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Untuk itu para demonstran menuntut pihak kejaksaan khususnya bidang pengawasan agar memeriksa jaksa yang memberi tuntutan terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette dalam kasus penyiraman Air Keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan tersebut.

Gambar

Idem ditto Jaksa Fedrik, Jaksa Ahmad Patoni pun diduga memiliki harta yang fantastik. Dia disebut-sebut mempunyai dana sebesar Rp 2 miliar lebih.

Aksi unjuk rasa mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian di depan gerbang kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (14/8/20) siang.

“Kami, Solidaritas Masyarakat Demokrat meminta Kajati mengusut harta kekayaan oknum jaksa Fedrik yang memiliki harta dan kendaraan fortuner,” teriak salah seorang kordinator lapangan aksi.

Mereka juga meminta agar Kejati DKI tak percaya begitu saja ucapan Fedrik soal harta kekayaanya. Mereka pun mengancam akan terus berteriak jika Jaksa Fedrik tidak diusut secara tuntas, bahkan tiga tuntutan Somad tertulis dari spanduk yang mereka bawa.

“Investigasi kekayaan Fedrik Adhar, Periksa oknum Jaksa yang memiliki kekayaan tidak wajar, dan Kepala Kejati segera mundur dari jabatannya,” tulis mereka.

Aksi yang hanya berlangsung sekitar 30 menit itu, sempat melakukan pembakaran ban, aparat Kepolisian yang berjaga pun meminta masa aksi segera bubar lantaran tak berizin.

Dengan menyanyikan lagu-lagu kemerdekaan, mereka perlahan-lahan bubar, sembari memberikan salam dengan tangan dikepal kepada aparat Kepolisian yang berjaga, serta berucap terima kasih atas pengawalan aksi tersebut.

(Sofyan Hadi)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap