1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

PKL Masjid Akbar Bisa Jadi Cluster Pandemi, Warga Minta Wakil Walikota Irwandi Tangani Kesemrawutan

oleh
7.9K pembaca

Jakarta, sketsindonews – PKL Lingkaran Masjid Akbar kembali semrawut tanpa mengikuti protokeler kesehatan, diperkirakan itu menjadi cluster baru saat pandemi covid-19 terus meningkat di Provinsi DKI Jakarta.

Warga Kebon Kosong melalui Aktivis Lingkungan Joko Sardjono secara tegas mengatakan, estetika Masjid Akbar menjadi kumuh oleh keberadaan PKL Akbar menutup akses jalan warga RW 05, 06,07, dan RW 08 Kelurahan Kebon Kosong.

Dia meminta Wakil Walikota Jakarta Pusat Irwandi untuk segera membenahi PKL Akbar dengan kordinasi 4 pilar diantaranya : Polsek Kemayoran Danramil, Direktur PPKK, Camat, Pihak Apartemen, Puri, Mediteran Palace, TKC dan para Pengurus RW, Karang Taruna sekitarnya.

Gambar

“Kami melihat kawasan itu dikuasai oknum tanpa melihat koridor estetika dengan menata secara kolaboratif dengan pihak pihak lingkungan untuk membangun kawasan lebih tertata,” ujarnya, Senin (24/8/20)

“Mendingan itu dibubarkan saja mereka, bila PKL tak ikuti aturan, terlebih tak menghargai Pemerintah Kota PPKK {Sekneg), pihak RW sebagai penjamin,” tegas Joko.

“Kami mengamati hal itu bisa lebih baik bila bisa ditata oleh kolaborasi warga lingkungan bukan dengan preman tapi dengan Lembaga seperti Koperasi sehingga menjadi lebih terkelola dengan baik,” sarannya.

Delman Akbar di Kuasai Oknum

Begitu pula selain semrawut kawasan Akbar ditandai dengan masuknya delman dikawasan Akbar yang dikuasai preman dengan membayar upeti, delman menjadi berkeliaran tanpa melihat rambu rambu kotoran bisa mengotori kawasan.

“Kami tidak melarang delman masuk kawasan Akbar karena itu bisa menjadi kawasan etnik tapi seyognyanya harus tahu diri serta menjaga nilai kebersihan,” kata Joko.

Kalo bayar sama preman apakah bisa menjaga estetika tapi kalo itu dikelola lingkungan tentunya operasi delman boleh operasi harus memenuhi syarat terkait kotoran kuda tidak berceceran nantinya di jalan.

“Kami hakekatnya tak melarang baik PKL dan Delman masuk lingkungan Masjid Akbar sebagai ikon Kemayoran dengan harapan akses jalan jangan ditutup selain pula bisa ditata seiring perkembangan konteks wisata bisa menggairahkan ekonomi lingkungan serta pembangunan wisata Akbar,” ucap Joko.

Lurah Kebon Kosong Suparjo Kecamatan Kemayoran mengatakan, pihaknya akan tegas melakukan penertiban jika PKL Akbar tak penuhi syarat dari warga lingkungan dalam menata kawasan Masjid Akbar.

Dia ingin sekali menata kawasan Akbar hingga Citra Tower sebagai kawasan etnik dengan harapan penataan itu tidak semrawut seperti sekarang. “Oleh karena itu waktu dekat ini kami akan tindak para PKL serta Delman untuk memenuhi standarisasi kesehatan warga lingkungan sekitar sehingga tidak merugikan pihak – pihak lingkungan,” ucap Suparjo.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap