Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Nahdlatul Ulama Doakan Polres Pamekasan Segera Tangkap Pelaku Ujaran Kebencian

oleh
8.3K pembaca

Pamekasan, sketsindonews – Kader Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menggelar istigasah mendoakan Polres Pamekasan agar segera menangkap pelaku ujaran kebencian. Istigasah ini digelar secara massal di halaman Mapolres Pamekasan, Jumat (9/10/20).

Mereka mendoakan agar institusi Polri tidak berkelit dalam menyelesaikan kasus yang menyasar terhadap tokoh NU yang disebut sebagai simpatisan PKI di sebuah akun facebook.

Kader NU ini sebelumnya sudah mendatangi Polres meminta agar akun facebook yang bernama ‘Muhammad Izzul’ segera diusut. Namun Polres tidak mengiyakan. Hanya meminta dukungan agar dalam proses penyelidikannya berjalan lancar.

Gambar

NU memberi tenggang waktu tiga hari. Berharap dalam waktu ini, polisi dapat mengungkapkan siapa sebenarnya Muhammad Izzul. Akan tetapi, batasan waktu tiga hari tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya Polres melimpahkan kasus ini ke Polda Jawa Timur.

Pantauan sketsindonews.com, ribuan kader NU sebelum melakukan istigasah dan tiba di Polres, aksi demo ini sempat dihalau polisi agar tidak masuk area. Namun karena personel kalah jumlah, pasukan keamanan polisi kebobolan. Diiringi selawat massa kemudian berhasil mengepung Mapolres. 

Koordinator aksi Taufiqurrahman mengatakan, Muhammad Izzul menyebut Ketua NU Pamekasan KH. Taufik Hasyim sebagai simpatisan PKI disebut cukup menyakiti kelompok nahdiyin. Padahal dalam sejarahnya, kiai NU bertaruh nyawa dalam mengusir PKI.

“Dulu ketika ramai-ramainya PKI, warga Indonesia disusupi lagu genjer-genjer PKI. Akan tetapi lagu ini ditumbangkan oleh kiai NU diganti Selawat Badar,” kata Taufiq dalam orasinya memberi penjelasan kepada polisi.

Selawat Badar kini jadi doa mantik di seluruh penjuru masyarakat. Sehingga tidak patut apabila tokoh NU disebut simpatisan PKI. Dari itu, NU tidak ingin kasus ini berkepanjangan. Polisi didesak untuk segera menangkap Muhammad Izzul agar kejadian yang meresahkan tidak terulang kembali.

Kepala Polres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar merespons baik hadirnya massa, karena sudah berjalan tertib. Namun menyarankan agar tetap mematuhi protokol dengan menggunakan masker. 

Kasus dugaan ujaran kebencian, pihaknya tidak dapat bekerja sendiri. Terlebih bersentuhan dengan alat Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sehingga kasus ini dilimpahkan ke Polda Jawa Timur. 

Apip memberi penjelasan dibantu Kasatreskrim AKP Adhi Putranto Utomo. Kata Apip, kasus ujaran kebencian yang sama juga terjadi di NU Kabupaten Sumenep dengan pelaku Muhammad Izzul. 

Apip tampak terbawa emosi saat memberi penjelasan. Sebab pihaknya turut terpukul jika tokoh NU disebut simpatisan PKI. Kasus tersebut secepat mungkin semoga segera diproses. 

“Kami polisi juga ingin segera mengungkap siapa Muhammad Izzul. Namun kasus ini penyelidikannya tidak sembarangan, karena bersentuhan dengan ITE. Sehingga Polda butuh kehati-hatian,” ungkapnya.

(nru) 

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap