Pamekasan, sketsindonews – Kepolisian Resort Pamekasan, Jawa Timur, tidak ambil diam dalam mengusut dugaan kasus ujaran kebencian yang menimpa pimpinan NU Pamekasan KH. Taufik Hasyim.
Meski dilimpahkan ke Polda Jawa Timur, Polres akan terus memantau hingga pemilik akun facebook ‘Muhammad Izzul’ terungkap.
Kapolres Pamekasan Apip Ginanjar ikut tergugah ketika warga Nahdlatul Ulama (NU) disakiti hingga disebut-sebut sebagai simpatisan PKI. Yang dirasakan NU, pihaknya ikut merasakan.
“Polda Jatim sudah berusaha menghubungi langsung tim cyber bersama kami. Itu semua yang kami lakukan untuk warga NU,” ungkap Apip secara lantang dihadapan massa pendemo.
Apip tampak terbawa emosi saat memberi penjelasan. Karena orasi yang disampaikan pendemo berkali-kali minta polisi untuk segera mengusut dan menangkap pelaku. Padahal Polres sudah berkoordinasi dengan Polda untuk menangani kasus tersebut.
Alasan ditangani Polda, karena dugaan kasus ujaran kebencian ini, pihaknya tidak dapat bekerja sendiri. Terlebih bersentuhan dengan alat Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Di Polres tidak ada fasilitas alat tersebut.
Apip memberi penjelasan dibantu Kasatreskrim AKP Adhi Putranto Utomo. Kata Apip, kasus ujaran kebencian juga terjadi di NU Kabupaten Sumenep dengan pelaku Muhammad Izzul.
“Kami polisi juga ingin segera mengungkap siapa Muhammad Izzul. Namun kasus ini penyelidikannya tidak sembarangan, karena bersentuhan dengan ITE. Sehingga Polda butuh kehati-hatian,” ungkapnya.
(nru)






