Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Japnas Bahas Potensi Investasi, 20 Laundry Siap Bangkit Pasca Pandemi

oleh
3.2K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Ketua Harian Japnas Widiyanto Saputro menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19, kelompok pelaku usaha sedikit mengalami pendapatan menurun. Di antaranya, pendapatan industri senilai Rp 3 miliar dolar, mengalami pertumbuhan negatif yang diperkirakan hingga -3,7 persen.

Akan tetapi, kata dia, apabila penanganan pandemi bisa semakin baik, beragam antisipasi dan program pemerintah dapat dijalankan dengan baik pula. Salah satunya adalah pengembangan industri laundry.

Widiyanto optimis keberadaan usaha laundry akan berpotensi tumbuh positif mencapai 5,8 persen di tahun 2021 dengan capaian target lebih dari dua kali lipat. Hal demikian menurut prakiraan apabila pandemi Covid-19 kali ini perlahan surut.

Gambar

“Maka saat ini adalah waktu yang paling tepat bagi para pengusaha untuk berinvestasi, bersiap masuk atau ekspansi. Sehingga mampu berada dalam kondisi optimal saat ekonomi bergerak semakin cepat beberapa bulan kedepan,” kata Widiyanto dalam acara diskusi bedah peluang usaha, potensi sinergi dan investasi pada Japnas Investment Forum kelompok usaha laundry secara daring, Jumat (19/11).

Hadir dalam forum investasi kali ini beberapa nara sumber dari beragam latar belakang. Di antaranya
Praktisi Usaha Ghost Laundry dan General Cleaning, Muhlis Yulianto, Pemilik gerai Antar Bersih dari Jakarta, Herio Angga Saputra, Praktisi Usaha Laundry dan pemilik Mutiara Laundrie dari Surabaya, Hendry Triyono, dan Pengurus Asosiasi Laundry Indonesia DPD Jawa Timur.

Selain itu, ikut hadir pemilik Laundry Mart, penyedia perlengkapan usaha laundry dari Surabaya, Ana Sopanah, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widyagama yang sekaligus pemilik Inspire Consulting, perusahaan jasa konsultasi keuangan UMKM dari Malang.

Menyimak diskusi aktif yang sangat dinamis selama lebih dua jam tersebut, beragam potensi 20 usaha laundry dibahas para nara sumber.

Masing-masing meliputi, Jasa Laundry Standar, Laundry Koin, Kiloan, Ghost Laundry, Boutique Laundry, Laundry Corporate, Hotel, Restoran, Jasa Layanan Antar Jemput, dan Produksi Detergent, Pewangi dan Pelembut Pakaian.

Kemudian disusul oleh usaha laundry, Produksi Peralatan Pendukung Usaha Laundry, Jasa Maintenance Peralatan, Distribusi dan Jual beli Peralatan Laundry, Pembiayaan dan Permodalan, dan Jasa Konsultasi dan Pembangunan Laundry.

Kemudian, Jasa Konsultasi Keuangan Laundry, Konsultasi Manajemen, Konsultan Branding, Pelatihan bisnis Laundry, Marketing dan Perikanan, Manajemen Media Sosial dan Layanan Pelanggan, Sistem Kasir, POS dan Dukungan IT, Sertifikasi, Legal, Merek dan HKI, dan Penanganan Limbah.

Sekalipun pada banyak usaha laundry, sehingga jarang memerlukan “bantuan pihak lain” dan menjadi usaha turunan bisnis, namun semakin banyak pula yang dijalankan secara profesional dan secara umum, bisnis turunan usaha laundry selama beberapa tahun terakhir tumbuh cukup banyak dan pesat.

Salah satu contoh disampaikan Muhlis, yang selain menjalankan Ghost Laundry juga membangun sistem IT untuk POS dan Kasir Laundry, Web Pemasaran dan Sistem Akuntansi. Pelanggannya terus bertambah dari waktu ke waktu.

Senada dengan Muhlis, Hendry Priyono memilih untuk menekuni penyediaan jasa pelatihan dan peralatan pendukung bagi usaha laundry. Sektor ini makin cepat bertumbuh sejalan dengan penambahan jumlah pengusaha laundry yang cukup pesat, ungkap pegurus Asosiasi Laundry Indonesia ini di sela-sela kegiatan.

(nru/skt)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap