Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Si Tukang Sol Sepatu Poncol ‘Mang Naim’, Keriput Kulitnya Hasilkan 2 Anak Jadi Sarjana

oleh
13.9K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Sosok mang Naim (70) bapak tua renta, yang sering disebut ‘si Tukang Sol Sepatu’ menjadi figur yang cukup dikenal di pasar Loak Poncol Bungur Senen Jakarta Pusat.

Pria asal Kerawang ini sudah sejak tahun 1970 mengais rejeki di Kota Metropolitan Jakarta, ia berkutat dengan profesi muasalnya penjual tas hingga saat ini sebagai Tukang Sol Sepatu dan mangkal di pojok pasar.

Saat ditemui sketsindonews.com, Selasa (08/13/20) Mang Naim bercerita, sejak mulai datang di Jakarta hingga saat ini sampai kondisi pandemi covid -19 melanda sisi kehidupan, Naim berprinsip akan tetap berusaha keras memenuhi kebutuhan ekonomi.

Gambar

“Dulu saya bisa hasilkan hingga 500 ribu perhari tapi kini 100 ribu saja sangat sulit tapi sudah harus bersyukur profesi saya lakukan bersol sepatu (merepasi) telah menjadi kebanggaan saya dan sungguh menjadi kebahagiaan hidup saya,” ungkapnya.

Naim memaparkan bahwa saat ini ia memiliki 3 anak dan telah memiliki 3 cucu (1 putri, 2 anak lelaki) dan kini telah sukses untuk jalani hidup mandiri. “Satu di Kerawang, dua di Jakarta telah bekerja di swasta,” ucap Naim.

“2 anak saya telah meraih title sarjana itu hasil buah pendidikan walau dari produk pendapatan jahitan sepatu, urainya dengan penuh haru sambil terbata,” ungkapnya bangga.

Kondisi Pandemi Covid – 19

Naim pun bercerita bahwa pada masa pandemi Covid-19 ia hanya ingin diberikan kesehatan walau pengakuannya dia tak memiliki riwayat sakit bawaan.

“Mungkin alam ini telah menyatukan saya baik saat hujan, panas dan angin untuk kita hadapi secara phisik dan Naim percaya hidupnya tetap berjalan normal untuk tetap bugar,” katanya.

“Tak ada yang bisa melawan takdir Nya walau nanti kita alami kematian sebagai konsekwensi hidup walau saat ini kita harus tetap hidup dengan tetap menjalankan kewajiban mencari nafkah,” ucap Naim tegar.

“Tanggung jawab seorang ayah kini telah tuntas dengan anak – anak saya telah menjadi harapan menjadi anak bisa mandiri karena hanya mereka nanti bisa bercerita pada cucunya bahwa kakeknya hingga saat mampu untuk tetap berjalan walau tertatih tanpa meminta belas kasihan,” tutup Naim.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap