Jakarta, sketsindonews – Vaksinasi Merdeka secara massal dilakukan di jalan layang Karang Anyar Kecamatan Sawah Besar Kota Jakarta Pusat dimulai sejak tanggal 1 Augustus – 16 Agustus dalam momentum menyambut HUT RI – 76.
Vaksinasi Merdeka bagi warga Karang Anyar dan sekitarnya pihak medis menggunakan vaksin Sinovac dan AstraGeneca sesuai ketentuan pihak dokter dalam memberikan vaksinasi warga Karang Anyar.
Dalam pantauan sketsindonews hadir Sekretaris Kota Jakarta Pusat Iqbal Akbarudin didampingi Sekertaris Kecamatan Rizaldi, Lurah Heru Supriyono, Dewan Kota Dede Sulaiman, Binmaspol dan Babinsa, para Pengurus RW Kelurahan Karang Anyar, FKDM, ormas untuk mendorong percepatan target vaksinasi.
Iqbal Akbarudin menyampaikan, vaksinasi Merdeka merupakan bagian pemerintah untuk membebaskan Kemerdekaan warga Jakarta khususnya warga Karang Anyar dari pandemi selama ini menjadikan satu persoalan pemerintah.
Kegiatan vaksinasi yang tersebar pada sentra vaksin di seluruh wilayah jakarta pusat, selain prioritas melenggkapi kesehatan warga di masa pandemi ini juga mempersiapkan warga jakarta pusat untuk bangkit meningkatkan kualitas hidup masyarakat diberbagai sektor kehidupan.
Hal tersebut seiring dengan kebijakan bahwa kartu vaksin akan menjadi akses utama dalam berbagai aktivitas masyarakat baik sektor sosial, ekonomi, pendidikan, kepariwisataan, keagamaan dan sebagainya.
*Vaksinasi Harga Mati,*
*Tidak di Vaksin bisa Mati*
“Penyelamatan warga pada kesehatan sepenuhnya penjadi tanggung jawab seiring pula memperhatikan dampak sosial untuk bangkit secara ekonomi.”
Pemerintah Kota Jakarta Pusat selama ini terus melaksanakan penyelesaian terhadap warga terkena dampak dengan berbagai bantuan sembako warga isoma dan UMKM, imbuhnya.(7/08/21)
Lanjutnya, target vaksinasi sebuah cara agar tingkat Herd Immunity warga dapat terpenuhi sekaligus memerdekaan warga dari keterpurukan kesehatan dan sosial sehingga nantinya tidak ada lagi pandemi menjadi momok menakutkan, bahkan korban jiwa lebih banyak, papar Iqbal.
Program vaksinasi untuk warga agar warga sadar mau datang berduyun – duyun untuk tak ada lagi menjadi alasan tidak mau divaksin, dimana vaksin saat ini untuk dirinya sendiri serta orang lain.
Vaksinasi lanjut Iqbal, bukan menjadi jaminan namun lebih penting agar melindungi antar warga masyarakat nantinya bisa berinteraksi tentunya menjamin lebih aman dari pandemi dengan tetap berpedoman pada prokes, intinya Vaksinasi Harga Mati, dan Tidak di Vaksin bisa Mati, tandas Iqbal.
Sementara Ketua RW 02 Sugianto menjelaskan, hingga saat ini vaksinasi warga masyarakat secara partisipasi telah mencapai 1.600 lebih kemungkinan hingga tanggal 16 Agustus 2021 ditargetkan mencapai 5000 orang, tukasnya.
Antusias warga sangat positif dalam keikut sertakan vaksinasi dari sosialisasi maksimal selain berkat kerja sama semua pihak baik Tim gugus Covid, aparat TNI Polri selain dukungan pihak Pemerintah Daerah Kecamatan Kelurahan, tutupnya.
(Nanorame)






