Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Kapolsek Senen: Awas Modus Ajakan Tawuran Via Medsos Makin Marak

oleh
5.5K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Modus operandi ajakan tawuran di medsos semakin marak kini teus diawasi pihak aparat kepolisian. Modus ajakan tawuran dibongkar pihak Polsek Metro Senen Jakarta Pusat setelah menelisik ajakan di medsos tawuran.

Kini terhadap 6 pelaku masing – masing berinisial ; MFF, 14; IG, 15; AL, 15; SN, 14; AS, 15; dan GN, 13, berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Senen, Jakarta Pusat (Jakpus).

Mereka diduga ingin mengikuti tawuran di sebuah tempat yang telah diatur dalam titik lokasi komunikasi via whatshaap, istagram.

Gambar

Kapolsek Senen, Komisaris Polisi (Kompol) Ari Susanto saat didampingi Wakapolsek AKP. Rajudin mengatakan pihaknya mencegah rencana tawuran dari Geng Motor Jembatan Lima Bersatu, Jakarta Barat, dengan warga Kramat Raya, Senen. Rencana tawuran itu beredar di media sosial (medsos)

“Di sana geng motor mengajak tawuran para remaja pada tanggal 15 Agustus 2021,” ucap Ari Susanto

Menurut dia, para remaja itu dibekuk di Jalan Tongkang, Kelurahan Kramat, Senen, Minggu dini hari. Dari hasil interogasi, mereka mengaku hanya diajak ikut tawuran oleh seniornya.

Setelah ditangkap, enam anak di bawah umur itu langsung dites urine. Hasilnya, ternyata mereka diantaranya SN, AS, dan GN positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

“Yang positif narkoba akan kita panggil orang tua mereka dan akan dikirim ke panti rehabilitasi,” tegas Ari. (16/8/21)

Polisi juga memanggil orang tua tiga remaja yang tidak memakai narkoba. Para orang tua diharap menjaga pergaulan anaknya dari pengaruh negatif, terlebih kondisi seperti ini selayaknya para orang tua untuk mengawasi anak – anaknya untuk lebih ketat dalam pergaulan.

Kami himbau waspada para orang tua karena pertikaian itu kini telah canggih mereka memakai komunikasi digital walau tak bertemu tapi mereka sepakati tawuran disuatu tempat.

“Ajarkan mereka untuk di didik mental siraman rohani agar mereka tidak terjerumus pergaulan yang buat malu keluarga, ujung – ujungnya para orang tua pula menjadi repot akibat prilaku anaknya disebabkan terlalu diberikan ruang waktu kebebasan, tutur Ari.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap