Jakarta, sketsindonews – Atlet Pelatnas Sea Games 2017 dan 2019 Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai dari provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami kejadian tidak mengenakan.
Plt Ketua Umum pengprov Muaythai NTB, Indra Gunawan mengungkapkan, atletnya berkeluh kesah karena ATM dan buku tabungannya disita, sehingga atletnya berkeluh kesah kepada dirinya.
“Coach, saya hanya melihat M-banking bahwa uangnya keluar terus, karna M-banking ini kan pake nomor hp, jadi uangnya ditarik itu dia lihat, karena kan bukti transkripnya ada” katanya saat ditemui di Jakarta pada (8/11/21).
Saat diprint, lanjut Indra, ternyata dari total Rp 67 juta uang yg masuk ke tabungannya hanya Rp 37 juta yang dia (atlet) terima, hampir setengahnya tidak diketahui.
Selanjutnya Indra mengatakan, atletnya di pelatnas 2019 mengikuti try out di Thailand, atletnya mengeluh dehidrasi, sampai diare sudah tiga hari, sementara harus dipaksa latihan dua kali dalam sehari.
“Bisa dibilang harus berlatih dalam keadaan dehidrasi berat, disuruh bertanding profesional bukan amatir, atlet saya mau mati malah dibilang main watak (berpura-pura)” tambah Indra.
Akhirnya Indra bertanya kepada ketua pelatih, namun nahas hasilnya nihil.
“Ini kan pelatnas, apa gak dibawa ke dokter? saya tanya ketua pelatih, uangnya ga ada katanya” ungkap Indra menerangkan.
Indra menjelaskan, dirinya mengambil keptusan untuk menarik atletnya kembali ke NTB walaupun ada ancaman atlet tersebut tidak akan dibawa ke Sea Games.
“Lebih baik saya tarik atlet saya daripada dia mati tidak main di Sea Games juga, akhirnya saya bawa pulang” ucapnya.
Tiba di NTB, atlet tersebut langsung dibawa ke RSUD Muhammad Ruslan Kota Mataram dan di opname selama 7 hari.
Terpisah, pihak Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), Sudirman mengatakan, dirinya tidak mengetahui hal tersebut, karena dirinya selaku Ketua Umum tidak terlibat langsung falam struktur tim Sea Games.
“Jika itu benar terjadi, dari tahun 2017 dan 2019, kenapa baru sekarang yang bersangkutan menyampaikan ke publik, itupun setelah gagal di PON Papua” kata Sudirman saat dihubungi sketsindonews pada Selasa (8/11/21) malam.
Dijelaskan Sudirman, atlet pelatnas yang dehidrasi saat Training Camp di Thailand adalah hal biasa, kadang-kadang dirasakan oleh atlet, dan menurutnya bisa jadi karena pengaruh stress.
“Cuma anehnya, hanya dia yang dehidrasi, atlet lain malah tidak, padahal porsi latihan mereka semua sama dan tidak ada yang dibeda-bedakan. Memang berlatih Muaythai di Thailand lebih keras dari negara lain termasuk di Indonesia” ucapnya.
Celakanya lagi, Sudirman bilang, atlet dari provinsi NTB meninggalkan training camp tanpa seizin pelatih, manajer dan PBMI, padahal tak sedikit biaya yang dikeluarkan negara dan PBMI untuk mempelatnaskan mereka berbulan-bulan sampai mengirimnya training camp di Thailand.
Dalam pemberitaan Sketsindo sebelumnya, Ketua Umum Koni Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman mengatakan, akan meminta para staff melakukan pendalaman tentang masalah ini, apapun hasilnya akan dijadikan dasar untuk lakukan perbaikan dan tegakkan perlindungan bagi pihak yang dirugikan.
“Kita lihat dulu permasalahan yang sebenarnya terjadi, prinsipnya Pengurus Cabor ada untuk melayani dan Mengantar Atlit menjadi Juara melalui satu program pembinaan prestasi yang terukur melalui satu manajemen yang benar, Atlit dan Pelatih bukan Sapi Perah Pengurus satu Organisasi Olahraga , Apabila hal seperti itu terjadi pasti akan kita kembalikan kepada jalur yang seharusnya dipatuhi” ucap Marciano saat dihubungi sketsindonews, pada Selasa (26/10/21). (Fanal Sagala)







