1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Banyak Pejabat Eselon I “Gagal’ Karena Sang Isteri Sering Buka Medsos Radikalisme

oleh
5.3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Tjahjo Kumolo mengaku stres karena belasan aparatur sipil negara (ASN) gagal menjadi pejabat eselon 1, karena tak lolos dalam menjalani sidang Tim Penilai Akhir (TPA) lantaran pasangannya (isteri) sering membuka media sosial tokoh-tokoh radikal.

Padahal, kata Tjahjo, mereka yang gagal tersebut sudah mempunyai gelar akademis tinggi. Ada yang sudah mempunyai gelar doktor, bahkan profesor.

“Ini saya stres, dua tahun jadi MenPAN RB dalam sidang TPA hampir di atas 16 calon eselon 1 yang sudah hebat, profesor, doktor, mulai dari bawah naik, ikut TPA, gagal jadi eselon 1 gara-gara kelakuan istrinya atau suaminya,” kata Tjahjo di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu seperti dikutip dari awak media.

Gambar

“Istrinya kalau malem kerjanya buka medsos tokoh-tokoh radikal, tokoh-tokoh teroris.”

Tjahjo mengatakan, radikalisme merupakan tantangan tersendiri bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang cukup berat dan sangat kompleks.

Sebab, hal itu terjadi tidak hanya pada calon eselon 1. Dia menyebut ada juga calon pejabat eselon 2 yang keluarganya terdeteksi terpapar radikalisme, ironi, jelas Tjahyo.

Hal tersebut, lanjut Tjahjo, diketahui berdasarkan jejak digitalnya. Karena sebab itulah, maka sang calon pejabat eselon 2 terpaksa juga harus gagal.

Tjahjo mengaku hampir setiap bulan harus memberhentikan ASN dari pekerjaannya karena terpapar radikalisme dan terorisme.

“Hampir setiap bulan kami mengeluarkan SK ASN yang kita berhentikan karena terpapar radikalisme terorisme,” ujar Thahjo.

Dalam proses TPA tersebut, kata Tjahjo, para calon tersebut juga sudah tahu bahwa rekam jejak mereka atau keluarganya terus dipantau.dalam aspak apapun.

Karenanya, Tjahjo tak bosan mewanti-wanti kepada setiap orang, terutama ASN yang ingin menjadi pejabat, untuk menjauhi hal-hal tersebut.

“Pokoknya yang berbau terorisme radikalisme itu ancaman bangsa. Kita harus berani bersikap siapa kawan, siapa lawan,” tegas Tjahjo.(8/12)

“Meskipun perorangan, kelompok, dan golongan yang dia terang-terangan atau sembunyi-sembunyi menyebar masalah radikalisme teroris,” pungkasnya.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap