Ramalan Mistis PIK 2026 Viral, Energi Tanah Disebut Sudah Berat

oleh -64 Dilihat
oleh

Sebuah konten video bernuansa spiritual yang memuat narasi kekhawatiran terhadap kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) pada tahun 2026 kembali beredar luas di media sosial TikTok melalui akun @forensik14. Dalam konten tersebut, disampaikan pandangan yang dikaitkan dengan Fenny Rama, figur publik yang dikenal luas dalam kajian sejarah, spiritualitas, dan dunia mistis di Indonesia.

Dalam video tersebut, disebutkan adanya rasa takut yang muncul ketika “melihat” kawasan PIK, meski pengalaman serupa tidak dirasakan saat berada di wilayah pesisir lain seperti Bali, Pelabuhan Ratu, maupun Labuan Bajo.

“Tahun 2026 justru yang paling saya takutkan karena ada titik di PIK,” demikian penggalan narasi yang disampaikan dalam unggahan akun @forensik14.

Narasi tersebut juga menggambarkan kondisi tanah yang dinilai sudah terlalu berat menahan beban pembangunan, disertai visualisasi air dalam jumlah besar yang menyentuh daratan. Bahkan, bencana yang tergambar disebut berpotensi melampaui skala bencana alam besar yang pernah terjadi di wilayah Sumatera.

Profil Fenny Rama

Fenny Rama dikenal sebagai sejarawan, penari sakral, dan peramal yang kerap muncul di berbagai media membahas isu-isu mistis, sejarah, dan spiritualitas Nusantara. Pengalaman spiritualnya berakar dari kiprah selama lebih dari 10 tahun sebagai penari sakral di Jawa Barat, yang kemudian membawanya mendalami energi tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti Gunung Padang dan Gunung Merapi.

Dalam berbagai kesempatan, Fenny Rama kerap menekankan bahwa apa yang ia sampaikan merupakan hasil perenungan spiritual dan pembacaan energi tempat, bukan kajian ilmiah atau ramalan deterministik yang harus ditafsirkan secara harfiah.

Klarifikasi Sumber Unggahan

Berdasarkan penelusuran redaksi, video yang viral tersebut diunggah oleh akun TikTok @forensik14, bukan berasal dari akun resmi pribadi Fenny Rama. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan langsung dari Fenny Rama melalui kanal media sosial pribadinya yang secara eksplisit mengunggah atau mengonfirmasi konten tersebut.

Penegasan sumber ini penting agar publik tidak keliru dalam mengaitkan narasi spiritual dengan pernyataan resmi atau sikap personal yang bersangkutan.

Antara Spiritualitas dan Diskursus Publik

Konten ini memantik perbincangan luas di ruang digital, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap kerentanan kawasan pesisir, perubahan tata ruang, serta dampak pembangunan berskala besar. Namun sejumlah pihak mengingatkan bahwa isu potensi bencana tetap perlu merujuk pada kajian ilmiah, seperti data geologi, hidrologi, iklim, dan perencanaan wilayah.

Di sisi lain, narasi spiritual seperti yang beredar juga dipandang sebagai refleksi kultural yang hidup dalam masyarakat, khususnya dalam tradisi Nusantara yang memandang alam bukan sekadar ruang fisik, tetapi juga ruang makna.

Upaya Konfirmasi Pengembang

Redaksi telah berupaya meminta tanggapan kepada pihak pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) terkait narasi yang beredar tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi yang diberikan.

Redaksi mengimbau masyarakat untuk menyikapi konten viral secara bijak, membedakan antara pandangan spiritual, opini personal, dan fakta ilmiah, serta tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi yang memadai.

No More Posts Available.

No more pages to load.