Sejumlah warga Desa Surianeun dan Desa Ciawi, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengeluhkan kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang saat meninjau lokasi banjir, Sabtu (3/1/26) sekitar pukul 16.00 WIB.
Keluhan warga muncul lantaran kedatangan rombongan BPBD dinilai tidak disertai tindakan nyata. Warga berharap adanya solusi darurat untuk melintasi jalan yang terputus akibat banjir.
Namun, menurut pengakuan warga, petugas BPBD hanya melakukan peninjauan singkat dan pengambilan foto sebelum meninggalkan lokasi.
Sartawi, warga Desa Ciawi, menyayangkan sikap tersebut. Ia menilai kehadiran BPBD seharusnya dibarengi dengan upaya penanganan sementara agar aktivitas warga tidak terhambat.
“Kami berharap ada tindakan, minimal membantu akses melintas. Jangan sampai warga harus menggunakan alat seadanya seperti gedebong pisang untuk menyeberang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiati, yang turut hadir di lokasi, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan peninjauan banjir di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Patia.
“Waalaikumsalam, kang. Kami meninjau beberapa lokasi banjir, salah satunya di Kecamatan Patia. Setelah itu saya menerima laporan bahwa air meluap di Kecamatan Munjul, sehingga saya diperintahkan segera menuju ke lokasi tersebut,” jelas Lilis melalui pesan WhatsApp kepada sketsindonews.com, Sabtu (3/1/26).
Ia menambahkan, BPBD telah menugaskan dua personel untuk tetap siaga di wilayah Patia guna memantau perkembangan situasi banjir.
“Saya perintahkan dua personel BPBD untuk standby di lokasi banjir Patia agar terus memantau kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Namun saat dikonfirmasi lebih lanjut bahwa tidak ada personil yang disebutkan di lokasi, Lilis tidak memberikan tanggapan lagi, hingga berita ini ditayangkan.







