Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Indonesia–Jepang Perkuat Riset Biofuel dan Energi Berkelanjutan di ITB

oleh
oleh


25.2K
pembaca

Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kemitraan riset dan industri Indonesia–Jepang melalui forum strategis bersama New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) dan Toyota di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Diskusi ini diarahkan untuk mempercepat kolaborasi riset yang bersifat aplikatif, khususnya di bidang biofuel dan energi berkelanjutan, sejalan dengan agenda transisi energi nasional dan penguatan daya saing industri.

Forum digelar dalam format dialog terbuka yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri. Sejumlah topik strategis dibahas, mulai dari pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF), bioetanol generasi kedua berbasis limbah biomassa, hingga kesiapan teknologi kendaraan multi-pathway seperti flex-fuel, hybrid, dan teknologi rendah emisi lainnya.

Gambar

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mengatakan pertemuan ini difokuskan untuk mendorong lahirnya proyek percontohan kolaboratif yang terukur dan berdampak langsung. Pemerintah menargetkan sejumlah proyek kunci dapat segera diluncurkan dengan memanfaatkan kekuatan riset Indonesia dan Jepang.

Ia menilai hubungan kolaboratif yang telah terjalin antara ITB dan Toyota menjadi fondasi kuat bagi kerja sama riset jangka panjang. Menurut Fauzan, kemitraan Indonesia–Jepang dirancang dalam kerangka strategis hingga satu dekade ke depan, dengan fokus pada biofuel dan teknologi berkelanjutan yang sejalan dengan prioritas riset NEDO.

“Peran pemerintah adalah memastikan kolaborasi yang sudah kuat ini bisa dipercepat melalui dukungan kebijakan dan program, sehingga hasil riset dapat segera diimplementasikan dan memberi dampak luas,” ujarnya.

Dari sisi akademik, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyampaikan bahwa kolaborasi Indonesia–Jepang berangkat dari kerja sama akademik jangka panjang yang kini diperkuat melalui riset berkelanjutan.

Menurutnya, energi ramah lingkungan merupakan arah pengembangan energi global, sehingga kolaborasi lintas negara, industri, perguruan tinggi, dan pemerintah menjadi kunci agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masa depan. Ia mencontohkan pengembangan pabrik katalis biofuel bersama Pertamina sebagai wujud riset yang diarahkan pada implementasi.

Direktur Eksekutif NEDO Kikuo Kishimoto menilai pertemuan ini produktif dan menegaskan komitmen Jepang untuk berbagi pengetahuan teknologi, sekaligus membangun kolaborasi dua arah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Bob Azam menyebut diskusi ini membuka peluang kerja sama konkret antara industri, perguruan tinggi, dan pemerintah. Toyota melihat potensi besar Indonesia dalam pengembangan energi baru dan berharap kolaborasi ini segera diwujudkan dalam program nyata.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan kunjungan ke sejumlah fasilitas riset dan laboratorium ITB untuk meninjau langsung infrastruktur, aktivitas penelitian, serta kesiapan ekosistem riset dalam mendukung hilirisasi inovasi sains dan teknologi.

Forum ini menegaskan komitmen Indonesia–Jepang dalam memperkuat kolaborasi riset dan industri yang berkelanjutan, mendorong transfer teknologi, serta mempercepat transformasi riset nasional agar semakin aplikatif dalam mendukung ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Baca konten dgn suara
Speed: 1x
Ready