Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Kemenkes–IDAI Layani Kesehatan Anak Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

oleh
oleh


11K
pembaca

Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Banda Aceh memberikan layanan kesehatan terpadu bagi anak-anak terdampak bencana di lokasi pengungsian Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pelayanan kesehatan difokuskan pada kelompok rentan, terutama balita. Sekitar 80 anak mendapatkan pemeriksaan menyeluruh, seiring ditemukannya sejumlah keluhan kesehatan yang lazim muncul pascabencana.

Dokter Spesialis Anak relawan TCK Kemenkes, dr. Hendri Azis, menyampaikan keluhan terbanyak yang dialami anak-anak meliputi batuk, pilek, demam, infeksi saluran pernapasan atas, diare, serta penyakit kulit.

Gambar

“Kondisi ini memang sering muncul pada anak-anak pascabencana akibat lingkungan pengungsian dan perubahan pola hidup,” ujar dr. Hendri.

Selain pengobatan, tim kesehatan juga melakukan skrining status gizi melalui pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar lengan atas (LiLA). Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan satu anak dengan gizi buruk, satu anak mengalami stunting, serta enam anak dengan kondisi gizi kurang.

Menurut dr. Hendri, balita menjadi kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Oleh karena itu, pemantauan gizi dilakukan secara menyeluruh agar gangguan tumbuh kembang dapat ditangani sejak dini.

Pelayanan yang diberikan mencakup upaya preventif, promotif, dan kuratif. Tindakan preventif dilakukan melalui pemberian vitamin A dan obat cacing. Sementara itu, upaya promotif dilakukan dengan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menjaga kebersihan diri dan kebiasaan menggosok gigi. Pelayanan kuratif diberikan kepada anak-anak yang mengalami keluhan kesehatan.

Perwakilan IDAI Cabang Banda Aceh, dr. Rismalisa Fitri, mengatakan kolaborasi ini merupakan wujud sinergi tenaga kesehatan dalam melindungi kesehatan anak pascabencana.

“Pelayanan dilakukan di posko kesehatan dan fasilitas yang telah disiapkan, mulai dari penyuluhan, pemeriksaan gizi, hingga pengobatan anak,” katanya.

Ia menegaskan layanan kesehatan anak akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna meminimalkan dampak bencana terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Kementerian Kesehatan memastikan komitmennya untuk terus hadir melalui Tim TCK dan bekerja sama dengan organisasi profesi agar masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak, mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Baca konten dgn suara
Speed: 1x
Ready