Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

BMKG Dukung Swasembada Bawang Putih Lewat AWS di Sembalun NTB

oleh
15.3K pembaca

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat dukungan terhadap target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas bawang putih, melalui penerapan pertanian cerdas iklim di Sentra Benih Bawang Putih Nasional, Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, yang ditandai dengan peresmian pemanfaatan Automatic Weather Station (AWS) serta serah terima Peta Kesesuaian Agroklimat di lahan benih bawang putih Kelompok Tani Pusuk Pujata, Kamis (15/1/2026).

BRMP Hortikultura menargetkan swasembada benih bawang putih nasional pada 2027 melalui strategi ekstensifikasi dan intensifikasi. Ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas lahan tanam berbasis kesesuaian iklim dan karakteristik lahan, sementara intensifikasi difokuskan pada peningkatan produktivitas serta penurunan risiko gagal panen melalui pemanfaatan data iklim untuk pertanian presisi.

Gambar

Pemasangan AWS di Sembalun menjadi contoh konkret pemanfaatan data cuaca dan iklim secara real-time untuk mendukung budidaya bawang putih berkelanjutan. Data tersebut akan dikombinasikan dengan prediksi iklim jangka menengah hingga panjang, mulai dari skala dasarian, bulanan, hingga musiman.

Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Radjab, menyampaikan bahwa bawang putih merupakan komoditas strategis yang sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan iklim.

“BMKG melalui Stasiun Klimatologi NTB memasang AWS ini untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya dalam rangka mendukung swasembada bawang putih,” ujarnya.

AWS menghasilkan data penting seperti curah hujan, suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, dan penyinaran matahari. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan pada setiap fase budidaya, mulai dari penentuan waktu tanam dan panen, prediksi potensi serangan organisme pengganggu tanaman, hingga peningkatan efisiensi pengelolaan lahan.

Selain itu, BMKG juga menyerahkan Peta Kesesuaian Agroklimat sebagai dasar rekomendasi wilayah potensial pengembangan bawang putih. Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, mengungkapkan bahwa di Provinsi NTB terdapat tujuh kecamatan yang direkomendasikan sebagai lahan baru budidaya bawang putih.

Sementara itu, Kepala Pusat BRMP Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari, menilai dukungan data iklim dari BMKG memberikan optimisme baru, termasuk untuk pengembangan budidaya bawang putih di luar musim tanam.

Dengan dukungan teknologi iklim dan data agroklimat yang akurat, program ini diharapkan mampu memperkuat produksi bawang putih nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta mewujudkan sistem pertanian modern yang adaptif terhadap perubahan iklim.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap