TNI Angkatan Laut melalui Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Laksma TNI Ketut Budiantara, S.E., M.Han., menghadiri kegiatan press release penggagalan penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau, Rabu (4/2/2026).
Press release berlangsung di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, Pulau Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam. Dalam kesempatan tersebut, DJBC Khusus Kepri memaparkan keberhasilan operasi penindakan yang dilakukan di perairan Pulau Teluk Bakau, Batam.
Dalam operasi tersebut, aparat gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 104.082 ekor BBL yang diduga akan dibawa keluar dari wilayah perairan Indonesia menggunakan High Speed Craft (HSC). Setelah dilakukan pengejaran dan penangkapan, petugas memeriksa kapal dan menemukan 21 kotak berisi BBL.
Dari hasil perhitungan, nilai perkiraan barang bukti mencapai Rp11 miliar. Pengungkapan ini dinilai sebagai langkah penting dalam menekan praktik penyelundupan sumber daya kelautan yang kerap terjadi di wilayah perbatasan.
Keberhasilan operasi tersebut juga disebut sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam menjaga kedaulatan sekaligus melindungi kekayaan sumber daya hayati laut Indonesia, terutama dari ancaman illegal fishing dan penyelundupan.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan ekosistem, seluruh BBL hasil penggagalan tidak hanya diamankan, tetapi juga dibudidayakan dan dilepasliarkan kembali. Kegiatan pelepasliaran dilakukan di perairan Pulau Galang Baru.
Pelepasliaran melibatkan TNI AL Kodaeral IV bersama Bea dan Cukai Batam, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepri, Balai Perikanan Budidaya Laut Batam, serta Pangkalan PSDKP Batam.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Kepala KPU Bea dan Cukai Batam, Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe A TBK, unsur PSDKP Batam, serta perwakilan instansi teknis lainnya.
Melalui kehadiran Wadan yang mewakili Komandan Kodaeral IV, TNI AL menegaskan dukungan penuh terhadap penegakan hukum di laut dan perlindungan sumber daya kelautan nasional. Sinergi lintas sektor ini diharapkan terus diperkuat guna mencegah praktik ilegal yang merugikan negara sekaligus mengancam kelestarian laut Nusantara.







