Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Pemerintah Dorong Literasi AI agar Mahasiswa Tetap Kritis

18.5K pembaca

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir manusia. Ia mengingatkan risiko ketergantungan AI, khususnya di kalangan mahasiswa, yang dapat melemahkan daya kritis dan kemampuan analisis.

“Kita harus menumbuhkan kesadaran agar mahasiswa tidak bergantung pada AI. AI boleh dipakai untuk membantu riset atau memecahkan persoalan, tetapi analisis akhir tetap harus dilakukan manusia. Jangan sampai muncul kecemasan saat AI tidak tersedia karena merasa tidak bisa berpikir,” kata Nezar dalam audiensi bersama Tim Riset Digital Culture & New Media Studies Lab Telkom University di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Nezar menyoroti fenomena penggunaan AI secara instan tanpa proses analisis, termasuk praktik menyalin hasil AI tanpa pengolahan ulang. Menurutnya, keluaran AI tidak bisa langsung dianggap sebagai kebenaran.

Gambar

“Hasil dari AI tidak boleh langsung di-copy paste. Harus diparafrase, diuji, dan dijadikan alat bantu riset. Sikap kritis tetap wajib,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah perguruan tinggi di luar negeri bahkan mulai kembali menerapkan metode klasik, seperti penulisan esai tangan, untuk memastikan kemampuan analitik mahasiswa tetap terjaga.

“AI adalah mitra, bukan pengganti otak manusia,” tegas Nezar.

Dalam kesempatan itu, Nezar mengapresiasi rencana riset Telkom University terkait literasi AI di kalangan pelajar dan mahasiswa. Riset tersebut dinilai penting untuk memetakan kesiapan generasi muda dalam berinteraksi dengan AI, termasuk mengukur tingkat ketergantungan dan sikap kritis mereka terhadap teknologi.

“Menarik untuk melihat secara lebih mikro bagaimana generasi muda memandang AI dan sejauh mana mereka kritis terhadapnya. Data ini penting agar kebijakan pemerintah berbasis pada kondisi nyata di lapangan,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap