Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Airlangga: Realisasi JETP Capai USD3,4 Miliar hingga Januari 2026

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam Seremoni Pencapaian Proyek Just Energy Transition Partnership (JETP) Tahun 2026 di Jakarta. (Sumber: ekon.go.id)
25.3K pembaca

Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah konkret dalam mendorong transisi energi dan pembangunan ekonomi hijau sebagai strategi jangka panjang menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kolaborasi internasional, penguatan tata kelola, serta percepatan implementasi proyek menjadi fokus utama agar komitmen transisi energi berdampak langsung pada perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Pengarah Satuan Tugas Transisi Energi dan Ekonomi Hijau (Satgas TEH) dalam Seremoni Pencapaian Proyek Just Energy Transition Partnership (JETP) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

“Pada kesempatan ini, saya menyaksikan dua program strategis JETP, yakni Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF). Keduanya merupakan hasil kolaborasi erat Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman dalam mendorong transisi energi berkelanjutan,” ujar Airlangga.

Gambar

Airlangga mengungkapkan, total komitmen pendanaan JETP Indonesia saat ini mencapai sekitar USD21,8 miliar, meningkat dari sebelumnya USD21,4 miliar setelah adanya tambahan komitmen sekitar USD400 juta. Hingga Januari 2026, realisasi pendanaan JETP telah mencapai sekitar USD3,4 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemajuan nyata dari komitmen internasional dalam mendukung transisi energi Indonesia secara bertahap dan terukur.

Dalam seremoni tersebut, turut ditandai capaian dua program unggulan JETP yang didukung Pemerintah Jerman. Program Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) difokuskan pada penguatan infrastruktur transmisi listrik untuk mendukung integrasi energi terbarukan skala besar, khususnya di wilayah Sulawesi.

Program GECS memperoleh pembiayaan pinjaman konsesional senilai EUR300 juta melalui kerja sama antara PT PLN (Persero) dan KfW Development Bank. Program ini dinilai strategis mengingat Sulawesi berkembang sebagai pusat pertumbuhan industri, termasuk pengolahan nikel, smelter, dan ekosistem kendaraan listrik.

Sementara itu, Green Bond Development Facility (GBDF) merupakan kemitraan berbasis hibah antara KfW Development Bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Program ini bertujuan memperkuat ekosistem pembiayaan hijau nasional melalui pengembangan pasar obligasi hijau, sosial, dan berkelanjutan, serta peningkatan kredibilitas dan infrastruktur pasar.

Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atas penyelesaian perjanjian pembiayaan yang memastikan keberlanjutan proyek JETP. Pemerintah Indonesia turut menghargai dukungan Pemerintah Jerman serta kontribusi seluruh mitra dalam International Partners Group (IPG) yang dipimpin bersama oleh Jerman dan Jepang.

“Kerja sama ini diharapkan terus menghasilkan proyek nyata yang memperkuat sistem energi nasional dan memobilisasi investasi hijau. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembiayaan JETP dimanfaatkan optimal untuk mencapai target net zero emission paling lambat 2060,” pungkas Airlangga.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap