Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Jelang 20 Tahun Gempa Yogya, Kemenko PMK dan TWC Siapkan Program Kesiapsiagaan

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Andre Notohamijoyo (tengah) saat pertemuan dengan manajemen PT Taman Wisata Candi (TWC)/InJourney membahas penguatan kesiapsiagaan bencana di kawasan wisata cagar budaya DIY, Rabu (4/2/2026).(Sumber: kemenkopmk.go.id)
15.3K pembaca

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Taman Wisata Candi (TWC)/InJourney untuk memperkuat pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan wilayah sekitarnya.

Pembahasan kerja sama tersebut dilakukan dalam pertemuan yang digelar pada Rabu (4/2/2026) sebagai bagian dari persiapan peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta yang jatuh pada 27 Mei 2026.

Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat memori kolektif masyarakat terhadap risiko bencana, mengingat Gempa Yogyakarta 2006 tercatat sebagai salah satu bencana alam dengan jumlah korban jiwa terbesar di Indonesia setelah gempa dan tsunami Aceh.

Gambar

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menegaskan bahwa upaya pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola kawasan wisata berbasis cagar budaya.

“Pengurangan risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dibutuhkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan melalui edukasi kebencanaan, simulasi evakuasi, serta penyediaan jalur dan informasi keselamatan di kawasan wisata,” ujar Andre.

PT TWC diketahui mengelola sejumlah destinasi wisata dengan tingkat kunjungan tinggi yang berada di wilayah rawan bencana, seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko yang berada di jalur Sesar Opak, serta Candi Borobudur yang berada di antara kawasan gunung api aktif.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi pengelola kawasan, pemandu wisata, pelaku usaha, dan komunitas sekitar destinasi wisata.

Kemenko PMK turut menyiapkan modul KITA TANGGUH beserta fasilitator untuk didiseminasikan kepada masyarakat. Program ini ditujukan untuk mendorong lahirnya agen perubahan dan mitigator bencana di wilayah DIY.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada integrasi sistem informasi kebencanaan dengan dashboard KITA TANGGUH yang dikembangkan Kemenko PMK, sebagai bagian dari penguatan sistem peringatan dini dan prosedur tanggap darurat yang dapat diakses secara cepat oleh seluruh pemangku kepentingan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal kerja sama yang lebih terstruktur antara Kemenko PMK dan PT TWC/InJourney dalam memperkuat sistem pengurangan risiko bencana sekaligus mendukung terwujudnya kawasan pariwisata cagar budaya yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap