Pemerintah Indonesia dan Malaysia memperkuat kolaborasi riset strategis di bidang ketahanan pangan, ekonomi hijau, energi terbarukan, dan kecerdasan artifisial (AI). Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Brian Yuliarto dan Zambry Abdul Kadir, Minggu (12/2).
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara dalam memperluas kerja sama pendidikan tinggi dan inovasi guna menjawab tantangan global.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Brian Yuliarto, menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kontribusi riset dan inovasi Indonesia–Malaysia. Fokus kerja sama mencakup penguatan ketahanan pangan, pengembangan ekonomi hijau, transisi energi bersih, serta pemanfaatan AI dalam berbagai sektor.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Zambry Abdul Kadir, menyatakan kedua negara memiliki kepakaran yang saling melengkapi dan siap dimaksimalkan melalui skema kolaborasi terstruktur.
Kesepakatan dicapai dalam pertemuan bilateral yang digelar pada Minggu (12/2). Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Jakarta, Zambry juga mengunjungi Institut Pertanian Bogor untuk berdialog dengan mahasiswa Malaysia dan membahas potensi kerja sama pertanian dan ketahanan pangan.
Menurut Brian, sinergi antarperguruan tinggi dan peneliti menjadi modal utama untuk mempercepat hilirisasi hasil riset agar berdampak langsung bagi masyarakat. Kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan “Diktisaintek Berdampak” yang mendorong inovasi berbasis kebutuhan nyata.
Ia menegaskan bahwa riset tidak boleh berhenti di publikasi ilmiah, melainkan harus mampu menghasilkan solusi konkret bagi pembangunan nasional dan kawasan.
Kedua negara secara prinsip sepakat membentuk kelompok kerja atau klaster kolaborasi di bidang prioritas. Identifikasi pakar dari Indonesia dan Malaysia akan segera dilakukan untuk menyusun peta jalan riset bersama.
Kerja sama ini akan melibatkan perguruan tinggi terpilih serta peneliti yang tergabung dalam jejaring Konsorsium Akademik Malaysia–Indonesia (KAMI). Diskusi awal juga telah berlangsung antara otoritas pendidikan tinggi Malaysia dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi guna merumuskan ruang lingkup dan skema implementasi.
Penguatan kemitraan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi internasional, mempercepat mobilitas talenta, serta memastikan riset dan inovasi memberi dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.






