1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Target 6 Persen di 2026, Menkeu: Fiskal dan Swasta Jadi Dua Mesin Pertumbuhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keterangan terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Jakarta, Jumat (20/2/2026).(Sumber: kemenkeu.go.id)
15.3K pembaca

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6 persen pada 2026. Keyakinan tersebut didasarkan pada perbaikan kinerja ekonomi yang mulai terlihat sejak triwulan IV tahun lalu.

Menurut Purbaya, ekonomi Indonesia pada triwulan IV mencatat pertumbuhan 5,39 persen, berbalik dari tren perlambatan sebelumnya. Ia menilai momentum ini menjadi sinyal kuat bagi akselerasi ekonomi ke depan.

“Fiskal sudah mulai berjalan, sektor moneter dan swasta juga mulai bergerak. Di atas kertas itu sudah bisa lebih dari 6 persen, jika perilaku sistem ekonominya tetap terjaga,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (20/2).

Gambar

Dua Mesin Pertumbuhan

Menkeu menjelaskan, untuk mencapai target 6 persen, pemerintah mengandalkan dua mesin pertumbuhan sekaligus, yakni sektor swasta dan stimulus pemerintah.

Strategi tersebut ditempuh melalui peningkatan likuiditas, perbaikan iklim investasi, serta optimalisasi belanja negara agar mampu mendorong konsumsi dan ekspansi usaha.

Pemerintah juga membentuk Satuan Tugas Debottlenecking untuk mengurai hambatan investasi dan perizinan usaha. Hingga saat ini, sebanyak 44 kasus telah diselesaikan.

“Saya yakin dalam setahun sebagian besar hambatan yang mengganggu pelaku usaha bisa diselesaikan,” katanya.

Stimulus Fiskal dan Pengawasan Impor Ilegal

Selain mendorong investasi, pemerintah memperketat pengawasan terhadap masuknya barang ilegal ke pasar domestik guna melindungi industri dalam negeri.

Di sisi fiskal, pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai stimulus, termasuk alokasi Rp55 triliun untuk dukungan Lebaran dan pembayaran Gaji ke-13.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Fase Ekspansi hingga 2033

Menutup pernyataannya, Purbaya menyebut ekonomi Indonesia tengah memasuki fase ekspansi yang diperkirakan berlangsung hingga 2030–2033.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena fondasi ekonomi terus diperkuat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas.

“Kita sedang membawa ekonomi Indonesia ke arah pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap