Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, mengingatkan umat Islam untuk menjaga amanah dan menjauhi segala bentuk kerusakan (fasad) dalam khutbah Jumat Ramadan.
Pesan tersebut disampaikan dalam materi khutbah yang menekankan pentingnya takwa, kejujuran, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum evaluasi diri dan perbaikan moral.
Ramadan sebagai Madrasah Ruhani
Dalam khutbah pertama, khatib mengajak jamaah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT secara menyeluruh, bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam tanggung jawab atas setiap amanah.
“Takwa bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam kesadaran bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Amanah sekecil apa pun, jika dikhianati, akan berubah menjadi fasad,” demikian pesan khutbah tersebut.
Ramadan disebut sebagai madrasah ruhiyah atau sekolah spiritual yang melatih umat Islam memperbaiki kualitas ibadah, menjauhi kemaksiatan, serta membersihkan jiwa dari penyimpangan.
Mengutip QS Al-Baqarah ayat 185, khutbah menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pembeda antara yang benar dan batil. Umat Islam diajak merespons petunjuk itu dengan iman dan ketaatan nyata.
Bahaya Fasad dan Hilangnya Kejujuran
Khutbah juga mengingatkan bahaya fasad yang tidak hanya berarti kerusakan fisik, tetapi juga penyimpangan moral, pengkhianatan amanah, serta penyalahgunaan tanggung jawab.
Mengutip QS Ar-Rum ayat 41, dijelaskan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat ulah tangan manusia. Bahkan Al-Qur’an memperingatkan tentang mereka yang merasa memperbaiki keadaan, padahal justru merusak.
“Bahaya terbesar bukan sekadar melakukan kesalahan, tetapi tidak merasa bersalah,” tegas isi khutbah.
Ramadan, lanjutnya, menjadi momentum membangun kejujuran dan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi (muraqabah). Puasa melatih kejujuran batin karena tidak ada manusia yang mengawasi secara langsung, namun setiap muslim tetap menahan diri karena iman.
Seruan Bersama Orang-Orang Jujur
Dalam khutbah kedua, jamaah diajak memperkuat takwa dan memperbanyak amal saleh. Mengutip QS At-Taubah ayat 119, umat Islam diperintahkan bertakwa dan bersama orang-orang yang jujur.
Kejujuran disebut sebagai fondasi integritas dan keberkahan hidup. Ramadan menjadi latihan meninggalkan yang halal demi ketaatan, sehingga tidak pantas bagi seorang muslim mengambil yang haram atau mengkhianati amanah.
Khutbah ditutup dengan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia dari berbagai musibah serta permohonan agar Allah menunjukkan kebenaran sebagai kebenaran dan memberi kekuatan untuk mengikutinya.









