Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan peran strategis gereja dalam memperkuat karakter dan toleransi masyarakat ibu kota. Hal tersebut disampaikan saat membuka Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (23/2).
Menurut Rano, Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, tetapi juga ruang hidup yang dibangun di atas nilai, etika, serta tanggung jawab sosial.
“Peran lembaga keagamaan sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter masyarakat,” ujarnya.
Forum Strategis Gereja
Wagub menilai Sidang MPL PGIW memiliki makna strategis karena bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum merumuskan kontribusi nyata gereja dalam menjawab dinamika sosial di Jakarta.
Isu keluarga, lingkungan, dan persatuan yang menjadi fokus sidang dinilai relevan dengan tantangan pembangunan kota.
“Keluarga yang kuat melahirkan generasi berkarakter. Kepedulian lingkungan menjaga kualitas hidup, dan semangat persatuan menjadi fondasi merawat keberagaman,” jelasnya.
Perkuat Sinergi dan Kepemimpinan
Rano juga menekankan Jakarta adalah rumah bagi beragam suku, agama, dan latar belakang budaya. Dalam konteks itu, gereja diharapkan terus menanamkan nilai kasih, toleransi, dan saling menghormati, sekaligus berkontribusi dalam isu pendidikan, kesehatan keluarga, dan pembinaan generasi muda.
Ia berharap sinergi antara PGIW dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin kuat, terutama menjelang pergantian kepengurusan PGIW pada November mendatang.
“Pergantian kepengurusan harus menjadi momentum memperkuat arah pelayanan agar tetap relevan dan berdampak bagi masyarakat Jakarta,” katanya.






