1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Terharu! Anak Buruh Bangunan di Medan Naik 5 Kg Usai Sekolah di SRMP 2

Orangtua siswa mengunjungi anaknya saat agenda kunjungan rutin bulanan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Kota Medan, Sumatera Utara.(Sumber: komdigi.go.id)
17K pembaca

Pelataran Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Kota Medan menjadi ruang pertemuan penuh haru antara orangtua dan anak dalam agenda kunjungan rutin bulanan. Momen itu memperlihatkan bagaimana program Sekolah Rakyat memberi harapan baru bagi keluarga prasejahtera.

Kunjungan tersebut berlangsung beberapa waktu lalu di SRMP 2 Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Agenda ini menjadi kesempatan bagi orangtua atau wali murid untuk melihat langsung perkembangan anak-anak mereka yang menempuh pendidikan berbasis asrama.

Salah satu orangtua siswa, Srikatun Suroso (53), bersama istrinya Gustaria (46), warga Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, datang sejak pagi untuk menjenguk putri mereka, Kinanti (13), siswa kelas 1.

Gambar

“Perkembangannya banyak. Kalau enggak ada Sekolah Rakyat ini, enggak bisa sekolah anak kami,” ujar Suroso dengan suara bergetar.

Menurutnya, sistem asrama yang diterapkan berjalan baik. Kebutuhan makan, kesehatan, hingga pengawasan harian dipantau wali asrama secara teratur.

“Di sini termasuk bagus. Dari makanannya, dari kesehatannya, semua dipantau,” katanya.

Perubahan Sikap dan Gizi Meningkat

Sebelum bersekolah di SRMP 2, Kinanti tumbuh dalam keterbatasan ekonomi keluarga. Kini, orangtuanya melihat perubahan signifikan pada sikap dan kedisiplinan sang anak.

“Anak Sekolah Rakyat itu kebersamaannya ada. Dulu di lingkungan, bandelnya saja yang kelihatan. Sekarang disiplin, sikapnya berubah semua,” tutur Suroso yang bekerja sebagai buruh bangunan.

Gustaria yang sehari-hari berjualan sayur dan ikan teri keliling dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari mengaku terbantu dengan program ini. Dengan empat anak usia sekolah, biaya pendidikan menjadi beban berat bagi keluarga mereka.

“Kalau enggak ada Sekolah Rakyat, takut enggak sekolah karena enggak mampu,” ungkapnya.

Tak hanya pendidikan, pemenuhan gizi anak juga menjadi perhatian. Suroso menyebut berat badan Kinanti naik lima kilogram sejak tinggal di asrama.

“Kalau di rumah, makan seadanya. Di sini gizinya bagus, ada ikan. Waktu pulang, naik lima kilo,” katanya.

Program PKH dan Harapan Masa Depan

Kesempatan bersekolah itu datang melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Seluruh kebutuhan pendidikan Kinanti, mulai dari seragam, makan, hingga asrama, ditanggung.

Bagi Suroso, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, melainkan peluang untuk memutus rantai kemiskinan.

“Sekolah Rakyat ini untuk orang yang enggak mampu. Anak-anak jadi bangkit, bisa punya cita-cita dan kerja nanti. Terima kasih Pak Prabowo dan Menteri Sosial,” pungkasnya.

Program Sekolah Rakyat diharapkan terus menjadi solusi akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di daerah.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap