Ketua Pewarta Foto Indonesia, Dwi Pambudi, mengapresiasi upaya pengelolaan limbah yang dinilai turut mendukung pencegahan praktik ilegal dumping serta menjaga tata kelola lingkungan di Indonesia.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam acara Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026 yang digelar di Auditorium Sekda Kabupaten Bogor beberapa pekan lalu. Kegiatan tersebut dibuka oleh Bima Arya Sugiarto selaku Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.
Menurut Dwi, pengelolaan limbah yang dilakukan secara terintegrasi dan sesuai standar lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri sekaligus melindungi lingkungan hidup.
“Pengelolaan limbah yang dilakukan secara bertanggung jawab memiliki peran penting dalam menahan laju ilegal dumping dan menjaga integritas lingkungan,” ujar Dwi.
Ia menilai upaya tersebut juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung praktik industri yang lebih ramah lingkungan.
Sementara itu, Manager Humas PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Arum Pusposari, menyampaikan apresiasi kepada para pewarta foto yang dinilai memiliki peran penting dalam mengangkat isu-isu lingkungan kepada publik.
“Pewarta foto memiliki kontribusi besar dalam merekam berbagai isu di masyarakat, termasuk isu lingkungan yang perlu terus mendapat perhatian bersama,” ujarnya.
Menurut Arum, peran pewarta foto menjadi semakin penting dalam mendorong kesadaran publik terhadap berbagai persoalan lingkungan, mulai dari penanganan sampah, pengelolaan limbah B3, pencemaran lingkungan akibat limbah, hingga berbagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan berbagai pihak.
“Melalui karya jurnalistik visual, pewarta foto mampu menghadirkan realitas di lapangan secara kuat dan objektif sehingga isu-isu lingkungan dapat lebih dipahami masyarakat luas,” katanya.
Arum menjelaskan, setiap limbah yang masuk ke fasilitas pengelolaan diproses melalui tahapan pemeriksaan dan pengolahan sesuai prosedur, mulai dari verifikasi dokumen, pengambilan sampel, hingga pengujian laboratorium.
Untuk pengolahan limbah cair, digunakan kombinasi proses fisika, kimia, dan biologis guna menurunkan kadar pencemar sebelum hasil olahan memenuhi baku mutu lingkungan.
Selain pengolahan limbah, perusahaan juga melakukan pemanfaatan kembali air hasil olahan (effluent) serta pemanfaatan limbah bernilai kalor tinggi sebagai bahan bakar alternatif di industri semen sebagai bagian dari pendekatan ekonomi sirkular.
Dalam periode 2023–2025, pemanfaatan kembali air hasil olahan tercatat mencapai lebih dari 99 ribu meter kubik. Sementara total limbah cair yang dikelola pada periode yang sama mencapai lebih dari 246 ribu meter kubik dari berbagai sektor industri.
Menurut Arum, seluruh proses pengelolaan tersebut didukung infrastruktur dan sistem pengelolaan lingkungan yang dirancang untuk meminimalkan dampak pencemaran.
“Pengelolaan limbah membutuhkan kolaborasi banyak pihak, termasuk media, agar kesadaran terhadap pentingnya perlindungan lingkungan dapat terus tumbuh,” kata Arum.











